HALOJEMBER - Candi Kidal merupakan salah satu candi peninggalan masa Hindu di Jawa Timur yang terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Meski ukurannya tidak sebesar candi lain di kawasan tersebut, Candi Kidal memiliki nilai sejarah yang sangat penting.
Candi ini dikenal sebagai salah satu bangunan suci yang berkaitan erat dengan awal berdirinya Kerajaan Singhasari.
Candi Kidal diyakini dibangun sekitar tahun 1248 M sebagai tempat pendharmaan Raja Anusapati, putra Ken Dedes dan Tunggul Ametung yang kemudian menjadi raja kedua Singhasari.
Dalam tradisi Hindu-Buddha Jawa kuno, raja yang wafat sering dipuja sebagai perwujudan dewa. Anusapati didharmakan sebagai perwujudan Dewa Siwa, sehingga Candi Kidal memiliki nuansa kuat aliran Siwaisme.
Salah satu ciri khas Candi Kidal adalah bentuknya yang tinggi dan ramping dengan proporsi yang elegan. Struktur candi masih relatif utuh dibanding beberapa candi sezamannya, sehingga bentuk aslinya lebih mudah dibayangkan.
Bagian kaki candi dihiasi relief yang sangat terkenal, yaitu kisah Garudeya.
Relief Garudeya di Candi Kidal menceritakan perjuangan Garuda membebaskan ibunya dari perbudakan. Kisah ini melambangkan pembebasan dan pengabdian seorang anak kepada orang tuanya.
Secara simbolis, relief tersebut juga diartikan sebagai harapan agar arwah raja yang didharmakan dapat terbebas dan mencapai kesempurnaan.
Candi Kidal sering disebut sebagai bagian dari rangkaian tiga candi penting di kawasan Tumpang, bersama Candi Jago dan Candi Singosari. Ketiganya sama-sama memiliki keterkaitan dengan sejarah Singhasari.
Keberadaan candi-candi ini menunjukkan bahwa wilayah Malang pada abad ke-13 merupakan pusat penting kegiatan politik dan spiritual.
Candi Kidal bukan hanya bangunan kuno, tetapi simbol perjalanan awal Kerajaan Singhasari dan dinamika sejarah keluarga kerajaan yang penuh intrik. Dengan arsitektur yang anggun dan relief penuh filosofi, Candi Kidal menjadi warisan berharga yang memperkaya khazanah sejarah Jawa Timur.
Editor : Viona Rj