HALOJEMBER - Bahasa adalah identitas budaya yang sangat berharga. Namun, di tengah arus globalisasi, banyak bahasa di dunia kini berada di ambang kepunahan. Fenomena ini menjadi perhatian serius dalam bidang Linguistik dan juga UNESCO.
Bahasa yang hampir punah adalah bahasa yang jumlah penuturnya sangat sedikit, biasanya hanya tersisa generasi tua. Ketika penutur terakhir meninggal, bahasa tersebut ikut hilang dan tidak lagi digunakan.
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan sebuah bahasa terancam punah seperti globalisasi. Bahasa besar seperti Bahasa Inggris mendominasi komunikasi global, sehingga bahasa lokal mulai ditinggalkan. Selain itu perpindahan masyarakat ke kota membuat mereka lebih sering menggunakan bahasa nasional atau internasional.
Berikut beberapa bahasa di dunia yang kondisinya sangat kritis:
Bahasa Ainu (Jepang)
Bahasa Ainu dituturkan oleh suku asli Jepang wilayah utara yaitu suku Ainu. Saat ini bahasa Ainu hanya memiliki sedikit penutur asli. Selain ini bahasa ini juga tidak mempunyai sistem penulisan sehingga menjadi tantang untuk melestarikannya.
Bahasa Belarus
Bahasa Belarus menjadi bahasa resmi dengan bahasa Rusia. Namun bahasa Rusia lebih banyak digunakan dalam keseharian. Bahasa ini memilki kemiripan dengan bahasa Ukraina dan Rusia.
Bahasa Rotokas (Papua Nugini)
Bahasa ini dituturkan di Pulau Bougainville, timur Nugini, bagian dari Papua Nugini. Uniknya bahasa Rotokas memiliki sedikit alphabet hanya 12 huruf. Sebelumnya bahasa ini merupakan bahasa lisan dan tidak mempunyai sistem penulisan. Namun seiring dengan perkembangan zaman sistem penulisan bahasa Rotokas dibuat untuk kepentingan komunikasi dan pendidikan.
Bahasa Euskara
Bahasa Euskara merupakan bahasa tertua yang masih digunakan di Eropa. Sayangnya saat ini penutur bahasa ini sangat sedikit sehingga terancam punah. Penutur asli bahasa Euskara adalah suku Basque yang menempati wilayah Pegunungan Pyrenees di perbatasan Spanyol Utara dan Perancis Barat Daya.
Bahasa Irlandia
Bahasa ini merupakan bahasa resmi Irlandia. Namun sebagian besar penduduk lebih memilih menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi sehari-hari. Hal ini menyebabkan penutur bahasa Irlandia menjadi sangat sedikit.
Bahasa mencerminkan identitas suatu komunitas, sehingga kehilangannya berarti hilangnya bagian dari warisan budaya manusia.
Bahasa yang hampir punah adalah pengingat bahwa keberagaman budaya dunia sedang menghadapi ancaman nyata. Melestarikan bahasa bukan hanya tugas para ahli, tetapi juga tanggung jawab bersama. Dengan menjaga bahasa tetap hidup, kita ikut menjaga identitas dan sejarah umat manusia.*
Editor : Viona Rj