Halojember - Dunia pendidikan tinggi terus mengikuti perkembangan zaman. Kini, bukan hanya nilai ujian yang jadi tiket masuk kampus, tetapi juga jejak digital di media sosial.
Langkah itu terlihat dari kebijakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang resmi membuka jalur influencer untuk penerimaan mahasiswa baru tahun 2026.
Program ini memberi kesempatan bagi konten kreator untuk kuliah tanpa tes tulis konvensional.
Baca Juga: Masih Dibuka! Ini 10 Kampus Sasaran Beasiswa BSI 2026, Mahasiswa SNBP Jadi Prioritas
Pendaftaran jalur ini sudah dibuka sejak 1 April dan akan berlangsung hingga 25 Juni 2026.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu terobosan kampus dalam merespons perkembangan pesat dunia digital.
Namun, di balik kemudahan tanpa tes, ada standar yang tetap dijaga.
Kampus tidak hanya melihat angka pengikut, tetapi juga kualitas konten yang dibuat calon mahasiswa.
Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, menegaskan, perubahan ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan.
“Dunia sudah berubah, dan cara kita menilai kecerdasan anak bangsa juga harus berekspansi,” jelasnya.
Baca Juga: Konten Kreator Jember Ini Digeruduk Banser, Sebut Isi Konten Tak Berimbang dan Menyudutkan!
Ia melihat para kreator digital sebagai representasi generasi masa kini yang memiliki pengaruh besar di ruang publik.
Karena itu, kampus hadir untuk mengarahkan potensi tersebut agar lebih terarah.
“Para konten kreator ini adalah public relations bagi generasinya. Mereka punya panggung, algoritma, dan pengaruh besar,” tegasnya.
Baca Juga: Konten April Mop Influencer Tuai Kontroversi, Netizen: Kebangetan!
Dengan kebijakan ini, jalur menuju pendidikan tinggi kini semakin terbuka lebar, termasuk bagi mereka yang tumbuh dan berkembang dari dunia digital.*
Editor : Sidkin