HALOJEMBER– Baru lima tahun menyandang status universitas, Universitas dr. Soebandi (UDS) Jember sudah menunjukkan laju pertumbuhan yang pesat. Jumlah mahasiswa terus meningkat, prestasi akademik menembus level nasional, hingga pembangunan infrastruktur kampus dipercepat, sejumlah capaian itu dipaparkan dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-5 UDS, Kamis (23/7).
Rektor UDS Jember Andi Eka Pranata mengatakan, pertumbuhan mahasiswa menjadi salah satu indikator perkembangan kampus. Hingga tahun akademik 2026, jumlah mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) telah menembus 1.000 orang. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat sejak UDS resmi bertransformasi menjadi universitas pada Juni 2021.
Pertumbuhan itu, kata Andi Eka harus diimbangi peningkatan kualitas akademik. Karena itu, kampus memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia melalui percepatan studi doktoral bagi dosen, peningkatan jabatan fungsional hingga Lektor Kepala dan Guru Besar, serta penguatan publikasi ilmiah internasional dan riset kolaboratif. "Kami ingin kualitas lulusan terus meningkat seiring perkembangan universitas," ujarnya.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Pada 2025, UDS memperoleh apresiasi sebagai perguruan tinggi terproduktif dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Kampus itu juga berhasil meloloskan mahasiswanya ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), yang menjadi salah satu ajang bergengsi di bidang riset dan inovasi mahasiswa.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Jember International School H. Mashun, SH., MM memastikan pembangunan UDS Tower lima lantai terus berjalan dan ditargetkan rampung pada akhir 2026. Gedung tersebut disiapkan untuk mendukung proses belajar mengajar yang semakin berkembang.
Menurut Mashun, pengembangan kampus tidak berhenti pada pembangunan gedung baru. Yayasan juga menyiapkan pengembangan kampus kedua di kawasan Bintoro seluas sekitar 1,3 hektare untuk mengakomodasi pengembangan fakultas nonkesehatan dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, yayasan terus berkomitmen memenuhi kebutuhan fasilitas agar pertumbuhan akademik berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan. “Insyaallah tiga tahun ke depan, kampus ini akan terus melesat,” ucapnya.
Melesatnya UDS, tambahnya, tak pernah lepas dari upaya untuk senantiasa menjaga nama besar almarhum Letkol dr. R.M. Soebandi sebagai inspirasi utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini menjadi titik balik semangat untuk terus membangun kemajuan universitas.
Suasana dies natalis semakin bermakna dengan kehadiran Putri Letkol R.M. dr. Soebandi, Dr. Widorini. Di hadapan civitas akademika, ia mengenang perjuangan sang ayah yang gugur demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Widorini mengajak mahasiswa menjadikan pendidikan sebagai bentuk estafet perjuangan. "Kalau mau, Anda bisa. Jangan pernah berhenti belajar," pesannya.
Widorini juga mengapresiasi melesatnya perkembangan UDS, tidak hanya bersaing dikancah nasional. Bahkan, UDS mampu memperluas jaringannya hingga tingkat global. "Universitas Dr. Soebandi is now on fire beyond five,” pungkasnya. (ika/dhi)
Editor : Viona Rj