Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Usai Terus Anjlok, Harga Emas Bakal Balik Naik setelah Lebaran? Ini Penjelasannya

Yulio Faruq Akhmadi • Minggu, 22 Maret 2026 | 18:38 WIB
usai anjlok beberapa hari teakhir, harga emas akan kembali naik? (istimewa)
usai anjlok beberapa hari teakhir, harga emas akan kembali naik? (istimewa)

Halojember - Pergerakan harga emas dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren penurunan.

Kondisi ini memicu pertanyaan di masyarakat, apakah harga emas akan terus turun atau justru kembali menguat setelah libur Lebaran.

Penurunan harga emas tersebut tidak lepas dari tekanan global, terutama penguatan dolar Amerika Serikat dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga yang masih tinggi.

Situasi ini membuat sebagian investor beralih ke instrumen lain yang dinilai lebih menguntungkan dalam jangka pendek.

Pengamat pasar keuangan dari Universitas Indonesia menilai penurunan harga emas saat ini masih tergolong wajar dan bersifat sementara.

Menurutnya, tren jangka panjang emas masih cukup kuat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Penurunan yang terjadi saat ini lebih ke arah koreksi setelah sebelumnya harga emas sempat berada di level tinggi,” ujarnya.


Koreksi Usai Lebaran Jadi Pola Tahunan

Secara historis, harga emas setelah Lebaran memang kerap mengalami pergerakan fluktuatif. Setelah mengalami tekanan, harga emas biasanya mulai stabil dan berpotensi kembali menguat.

Hal ini dipengaruhi oleh perubahan pola permintaan masyarakat. Selama Ramadan hingga Lebaran, permintaan emas cenderung meningkat, terutama untuk kebutuhan perhiasan dan investasi.

Namun setelah Lebaran, permintaan tersebut biasanya menurun sementara karena masyarakat fokus pada pemulihan keuangan setelah pengeluaran besar selama hari raya.

Kondisi inilah yang sering memicu penurunan harga dalam jangka pendek, sebelum akhirnya kembali stabil.


Faktor Global Masih Jadi Penentu

Selain faktor musiman, pergerakan harga emas juga sangat dipengaruhi kondisi global.

Analis dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi menjelaskan bahwa arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama.

Jika bank sentral AS mulai memberi sinyal pelonggaran kebijakan, harga emas berpotensi kembali naik.

Sebaliknya, jika suku bunga tetap tinggi, tekanan terhadap harga emas masih bisa berlanjut.

“Emas sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga. Ketika bunga tinggi, daya tarik emas biasanya menurun,” jelasnya.


Peluang Naik Masih Terbuka

Meski saat ini harga emas tengah mengalami penurunan, peluang untuk kembali naik tetap terbuka.

Ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik dan kondisi ekonomi dunia, masih menjadi faktor yang mendorong investor mencari aset aman seperti emas.

Selain itu, permintaan dari bank sentral berbagai negara juga masih menjadi penopang harga emas dalam jangka panjang.

“Selama ketidakpastian global masih tinggi, emas tetap memiliki potensi untuk menguat,” ujarnya.


Jangan Panik, Ini Momentum?

Dengan kondisi saat ini, masyarakat diimbau tidak mengambil keputusan secara terburu-buru.

Penurunan harga emas justru bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan pembelian.

Namun, keputusan tetap harus disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

Secara umum, harga emas setelah Lebaran diperkirakan akan mengalami fase koreksi terlebih dahulu sebelum kembali bergerak naik secara bertahap.

Dengan kata lain, tren penurunan saat ini belum tentu menjadi sinyal pelemahan jangka panjang, melainkan bagian dari siklus pergerakan harga yang wajar di pasar.(yul)

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#emas turun #emas naik #emak emak #harga emas #libur lebaran