HALOJEMBER – Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang ditunggu, baik oleh pekerja maupun keluarga. Namun tidak sedikit yang mengeluhkan uang tersebut habis dalam waktu singkat, bahkan sebelum Lebaran benar-benar usai.
Fenomena ini terjadi hampir setiap tahun. THR yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan justru cepat terkuras untuk berbagai pengeluaran, mulai dari belanja hingga keperluan mendadak.
Perencana keuangan, Dimas Pratama menjelaskan bahwa masalah utama bukan pada jumlah THR, melainkan cara mengelolanya. Banyak orang langsung membelanjakan uang tanpa perencanaan yang jelas.
“Begitu THR cair, langsung dipakai tanpa dipilah dulu kebutuhannya. Itu yang membuat cepat habis,” jelasnya.
Menurutnya, kesalahan paling umum adalah tidak membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dalam suasana Lebaran, dorongan konsumtif cenderung meningkat karena faktor emosional.
Diskon, ajakan keluarga, hingga keinginan tampil lebih baik saat Lebaran sering kali membuat seseorang mengambil keputusan impulsif.
“Lebaran itu momen emosional, jadi pengeluaran juga sering tidak rasional,” ujarnya.
Untuk menghindari hal tersebut, ia menyarankan agar THR langsung dibagi ke dalam beberapa pos begitu diterima. Misalnya untuk kebutuhan Lebaran, sedekah, tabungan, dan dana darurat.
Pembagian ini penting agar penggunaan uang lebih terarah dan tidak tercampur.
“Kalau sudah dipisah sejak awal, kita lebih mudah mengontrol,” katanya.
Ia juga menyarankan untuk menentukan batas maksimal belanja, terutama untuk kebutuhan yang bersifat konsumtif seperti pakaian atau makanan.
Selain itu, membuat daftar belanja sebelum berbelanja dapat membantu menghindari pembelian yang tidak perlu.
“Kalau tidak ada daftar, biasanya belanja jadi tidak terkontrol,” ujarnya.
Menurutnya, THR seharusnya tidak hanya dihabiskan untuk kebutuhan jangka pendek. Menyisihkan sebagian untuk tabungan atau investasi justru menjadi langkah yang lebih bijak.
“THR itu kesempatan untuk memperbaiki kondisi keuangan, bukan malah memperburuk,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebiasaan mengelola THR dengan baik akan berdampak pada kondisi finansial setelah Lebaran.
“Kalau dari awal sudah terkontrol, setelah Lebaran tidak akan terasa berat,” pungkasnya.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi