Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Jember Raih Bantuan Terbesar Nasional Rp300 Juta Untuk Cetak Pengusaha Batik Muda

Rifki Bagus • Kamis, 2 Juli 2026 | 12:23 WIB
Bantuan nasional Rp300 juta untuk pengusaha batik muda di Jember.
Bantuan nasional Rp300 juta untuk pengusaha batik muda di Jember.

 

HALOJEMBER - Prestasi membanggakan diraih oleh Kabupaten Jember setelah berhasil mendapatkan bantuan nasional sebesar Rp300 juta yang diperuntukkan bagi program cetak pengusaha batik muda guna meningkatkan daya saing UMKM di kancah ekonomi kreatif indonesia harian

Adanya bantuan nasional Rp300 juta untuk pengusaha batik muda di Jember menjadi stimulus besar bagi bisnis kreatif dengan memanfaatkan potensi kekayaan motif batik khas daerah di sektor industri kreatif tanah air yang bergerak sangat kompetitif.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 2 Juli 2026: Simak Rincian Harga Terbaru dan Tren Investasi Logam Mulia

Program cetak pengusaha batik muda melalui bantuan nasional Rp300 juta di Jember ini terbukti sukses memicu antusiasme tinggi dari para pelaku bisnis pemula karena memberikan akses modal dan pelatihan teknis yang sangat komprehensif harian.

Dana segar tersebut diterjemahkan menjadi program pelatihan untuk 50 anak muda berusia 17 - 24 tahun untuk menjadi pembatik. Selama 50 hari ke depan, mereka akan digembleng secara intensif di Desa Pringgondani. ​

Baca Juga: Rupiah Dekati Level Rp18.000 Per Dolar AS! Simak Analisis Dampak Pelemahan Mata Uang Terhadap Ekonomi Indonesia dan Kondisi Pasar Saat Ini

Langkah besar ini bermula dari apresiasi yang diterima pemerintah daerah melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jember.

"Kami tidak ingin pelatihan ini hanya jadi seremonial. Goal-nya jelas, mereka harus mandiri secara ekonomi," kata Wakil Sekretaris Dekranasda Jember, Puspita Yuandini, saat ditemui (29/6).

Baca Juga: Prospek Rupiah Juli 2026 Menghadapi Tekanan Dolar AS, Konflik Geopolitik Global, dan Aliran Dana Asing

​Menariknya, pelatihan ini didesain sangat komprehensif dari hulu ke hilir. Para peserta tidak hanya diajari cara memegang canting atau meramu warna di atas kain.

Lebih dari itu, mereka dibekali ilmu manajerial modern. Mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) agar usaha mereka legal, hingga strategi perang di pasar digital (digital marketing).

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.969 Pagi Ini! Simak Analisis Melemahnya Kurs Rupiah Terhadap Dolar AS dan Dampaknya Bagi Ekonomi Kamu

Sejumlah warga Desa Pringgondani yang didominasi milenial perempuan, diproyeksikan menjadi pembatik profesional melalui program kerjasama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. (Maulana)
Sejumlah warga Desa Pringgondani yang didominasi milenial perempuan, diproyeksikan menjadi pembatik profesional melalui program kerjasama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. (Maulana)

Yuandini menambahkan, program di bawah komando Ketua Dekranasda Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, ini sengaja ditaruh di pelosok desa.

 

 

 

Kepala Desa Pringgondani, Rudi Haryanto, mengapresiasi keberadaan program ini yang akhirnya bisa menyasar warganya.

Ia meyakini melalui program ini, batik khas Jember tidak hanya akan abadi sebagai warisan budaya, tetapi juga menjelma menjadi motor penggerak ekonomi baru.

"Semoga dengan ini, warga desa kami bisa lebih mandiri dan dapat meningkatkan perputaran perekonomian," harapnya.

Baca Juga: Sehari Rupiah Tembus Rp18.000, Munculnya Rumor Mundurnya Menkeu Purbaya Semakin Santer, Begini Tanggapan Pemerintah

Mengamati bagaimana taktik manajemen usaha serta mekanisme bantuan nasional Rp300 juta untuk pengusaha batik muda di Jember diterapkan oleh pelaku bisnis menjadi materi studi ekonomi kreatif yang sangat berbobot untuk diikuti.

Editor : Rifki Bagus
#Jember 2026 #ekonomi indonesia #Ekonomi Kreatif 2026 #batik jember