Harga Emas Kembali Menguat, Sudah Pembalikan Arah?

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 08:52 WIB
Screenshot website MSN yang menunjukan grafik harga emas dalam USD dalam tiga tahun terakhir, pada senin 10 agustus
Screenshot website MSN yang menunjukan grafik harga emas dalam USD dalam tiga tahun terakhir, pada senin 10 agustus
 
HALO JEMBER – Pasar logam mulia kembali bergairah pada awal Agustus 2026. Setelah sempat tertekan dan melandai selama beberapa hari, harga emas global maupun domestik melesat tajam.
 
Di pasar domestik, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan lonjakan hingga Rp80.000 per gram hanya dalam kurun waktu sepekan, melonjak dari level Rp2.610.000 menjadi Rp2.690.000 per gram.

Lompatan harga yang signifikan ini memicu spekulasi di kalangan investor: apakah tren kenaikan ini menandai trend reversal (pembalikan arah) menuju siklus bullish baru, atau sekadar rebound teknis sementara?

4 Pendorong Utama Rebound Harga Emas

Penguatan harga emas kali ini tidak terjadi begitu saja. Ada kombinasi faktor makroekonomi dan geopolitik global yang secara bersamaan meniupkan angin segar bagi pergerakan logam mulia:

  • Melandainya Kekhawatiran Inflasi Energi: Harga minyak mentah dunia terkoreksi cukup tajam hingga lebih dari 5%. Penurunan ini otomatis meredakan kecemasan terhadap lonjakan inflasi global, sekaligus mengurangi tekanan bagi bank-bank sentral untuk menaikkan suku bunga secara agresif.
  • Redanya Spekulasi Kenaikan Bunga The Fed: Rumor berkembang mengenai potensi kesepakatan diplomatik terkait pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz antara Iran dan AS. Isu ini langsung memangkas probabilitas kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS (The Fed) pada September mendatang dari 67% menjadi 55%.
  • Pelemahan Indeks Dolar AS: Memasuki pekan kedua Agustus 2026, nilai tukar dolar AS terpantau tertekan. Pelemahan greenback membuat harga komoditas berdenominasi dolar—termasuk emas—menjadi lebih murah dan menarik bagi pemegang mata uang lain.
  • Aksi Akumulasi Bank Sentral: Otoritas moneter di berbagai negara, khususnya di kawasan Asia, terus memborong emas dalam jumlah masif sebagai langkah diversifikasi cadangan devisa jangka panjang.

Rincian Harga Emas Antam per 10 Agustus 2026

Berdasarkan data resmi dari Butik Emas Logam Mulia Antam per Senin (10/8/2026), berikut adalah rincian harga emas batangan (belum termasuk pajak):

Ukuran Emas Harga Jual Terbaru
0,5 Gram Rp 1.395.000
1 Gram Rp 2.690.000
2 Gram Rp 5.320.000
5 Gram Rp 13.225.000
10 Gram Rp 26.395.000
50 Gram Rp 131.645.000
100 Gram Rp 263.212.000
Sementara itu, harga buyback (pembelian kembali oleh Antam) juga naik signifikan sebesar Rp50.000 menjadi Rp2.511.000 per gram. Dengan demikian, selisih harga jual dan buyback (spread) saat ini berada di angka Rp179.000 per gram.

Prospek Jangka Pendek: Masih Rentan Volatilitas

Jika ditarik garis rentang satu bulan terakhir, harga emas di pasar spot dunia sebenarnya telah merangkak naik sekitar 6,58%. Meski mulai bangkit, posisi harga saat ini terhitung masih berada sekitar 15% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High) yang sempat menyentuh angka Rp3.168.000 per gram pada akhir Januari 2026 lalu.

Para analis menilai pergerakan emas sepanjang bulan Agustus 2026 ini masih akan sangat sensitif.
 
Arah pergerakan selanjutnya bakal ditentukan oleh rilis data ketenagakerjaan (Non-farm Payrolls) serta indikator inflasi Amerika Serikat terbaru dalam waktu dekat.

Bagi investor di daerah, khususnya para pelaku investasi di Jember dan sekitarnya, momentum ini perlu disikapi dengan cermat.
 
Konfirmasi pembalikan arah secara penuh masih membutuhkan pengujian level resisten kunci dalam beberapa pekan mendatang sebelum emas benar-benar kembali menanjak menuju rekor barunya.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi
emas naik emas emas antam harga emas hari ini