HALOJEMBER - Gaya fashion dari waktu ke waktu selalu berubah-ubah, baik dari pakaian alas kaki, aksesoris, dan lain-lain. Berubahnya gaya fashion secara cepat justru menimbulkan permasalahan baru.
Industri garmen dan konveksi dengan gencar memproduksi secara berlipat-lipat. Dampak yang diterima adalah, fenomena fast fashion yang terjadi hampir di seluruh dunia. Fast fashion merupakan produksi pakaian secara cepat untuk memenuhi permintaan pasar.
Baca Juga: Adidas akan Rilis Gamis Edisi Ramadan, Karya Unik Kolaborasi Desainer Perancis
Lingkungan juga turut berdampak atas ulah fast fashion. Banyak limbah yang tercemar dan sampah pakaian tidak diuraikan dengan baik, hanya dibuang begitu saja.
Untuk menanggulangi permasalahan ini, konsumen perlu mengurangi kebutuhan dalam membeli pakaian. Salah satunya dengan menerapkan Capsule Wardrobe sehari-hari.
GenZ using Capsule Wardrobe Concept
Capsule Wardrobe akhir-akhir ini sering di mention oleh para GenZ. Konsep ini tidak asing lagi ditelinga masyarakat luas, utamanya pada kawula muda.
Capsule wardrobe adalah konsep yang berfokus pada beberapa pakaian esensial dan multifungsi. Selain itu, outfit capsule wardrobe mudah dipadukan untuk berbagai gaya.
Baca Juga: Tips Frugal Living Awali Dengan Bikin Anggaran Bulanan, Hindari Pembelian yang Impulsif
Dengan ciri tersebut, capsule wardrobe bersifat timeless dan pastinya membuat hemat biaya kamu dalam berbelanja pakaian.
Tujuan dari capsule wardrobe selain menghemat biaya, juga membuat isi lemari menjadi tidak terlalu banyak tetapi tetap bisa tampil keren setiap saat.
Baca Juga: Cewek Harus Tau Bernyanyi dan Make Up Ternyata Dapat Menyehatkan Mental
Vogue memberikan beberapa contoh pakaian yang tak lekang oleh waktu, yakni pakaian-pakaian timeless. Seperti kaos putih, kemeja, celana panjang, blazer, sepatu pantofel, atau jika acara untuk bersantai bisa mempersiapkan perlengkapan seperti sepatu kets juga celana jins.
Barang-barang tersebut dapat dilengkapi oleh perlengkapan pakaian kapsul lainnya. Selain itu, Vogue memberikan tips bahwa untuk menerapkan capsule wardrobe, pakaian yang direkomendasikan berbahan kain katun, karena kain katun menjanjikan kelembutan dan daya tahan yang lama.
Warna yang disarankan dari konsep capsule wardrobe adalah warna netral dan soft, yakni hitam putih nude, sage, dan lain-lain.
Dalam sejarahnya, capsule wardrobe telah ada di tahun 1970an dan dicetuskan oleh Susie Faux. Beliau sebagai penulis tentang fashion busana dan pemilik butik di London.
Konsep ini kemudian menjamur di kalangan influencer fashion yang membagikan di sosial media. Mereka menyebarluaskan konten yang didalamnya berisikan langkah bagaimana cara memilah dan memilih outfit yang pas, namun dengan konsep capsule wardrobe.
Influencer fashion di media sosial turut memberikan tips cara memilih bahan, jenis body type , dan outfit inspo.
Tentu, respon pengguna media sosial sangat tertarik dengan konten tersebut, selain karena kontennya yang berkaitan dengan fashion, terdapat sisi persuasif pada audiencenya yang membuat mereka semakin terbantu dan tidak bingung dalam membeli pakaian nantinya.
Tips Cara Memulai Capsule Wardrobe
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, capsule wardrobe lebih mengutamakan kualitas suatu pakaian dan sebelum itu perlu mengenal jenis tubuh, juga warna pakaian yang cocok dengan tone kulit kamu.
Hal yang pertama dilakukan adalah mulai memilah pakaian yang sudah tidak dipakai, baik dari segi ukuran maupun usang.
Kemudian, menentukan pakaian yang bisa masuk dalam capsule wardrobe, guna membantu dalam mengeliminasi pakaian yang bahannya bukan bersifat minimalis dan timeless.
Ketiga, jangan lupa untuk membuat ide outfit selama beberapa hari kedepan. Misalnya,dalam tujuh hari kedepan kamu sudah mempersiapkan outfit yang akan dipakai.
Sumber bisa ditemukan dengan mencari ide outfit di sosial media, atau kreasi diri kamu sendiri. Kemudian ulangi hal tersebut di hari-hari berikutnya.
Pakaian bisa dipadu padankan secara beragam. Dengan melakukan hal tersebut, selain kamu menyelamatkan bumi dari sampah industri tekstil walaupun sekian persen, kamu juga mendapatkan manfaat untuk diri kamu sendiri.
Selamat Mencoba!
Editor : Halo Jember