HALOJEMBER - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, industri fashion di Indonesia mulai diramaikan dengan berbagai tren busana yang akan mendominasi lebaran tahun ini.
Warna-warna yang elegan dan klasik diprediksi akan menjadi pilihan utama masyarakat dalam memilih pakaian Lebaran.
Tahun ini, warna burgundy dan mahogani menjadi tren utama yang menciptakan tampilan yang mewah namun tetap hangat dan bersahaja.
Burgundy adalah warna merah gelap dengan nuansa anggur yang memberikan kesan anggun dan modern. Warna ini cocok untuk mereka yang ingin tampil mencolok namun tetap berkelas.
Sementara itu, mahogani, warna yang lebih kecokelatan dengan sedikit sentuhan merah tua, menawarkan nuansa klasik yang tetap relevan dalam tren fashion saat ini.
Kedua warna ini memberikan kesan hangat dan cocok dipadukan dengan aksesori emas atau perak untuk tampilan lebih glamor.
Untuk menciptakan tampilan yang harmonis, warna burgundy dan mahogani dapat dipadukan dengan warna-warna netral seperti krem, beige, putih, atau abu-abu.
Kombinasi ini memberikan kesan yang lebih lembut dan tidak berlebihan, sehingga tetap cocok untuk suasana kekeluargaan yang hangat saat Lebaran.
Tren fashion Lebaran 2025 tidak hanya berfokus pada pemilihan warna, tetapi juga pada desain dan potongan busana.
Tahun ini, banyak desainer menghadirkan koleksi yang menggabungkan unsur klasik dengan sentuhan modern. Misalnya, penggunaan bahan tradisional seperti brokat atau tenun dengan potongan yang lebih minimalis dan kontemporer.
Busana dengan siluet longgar dan nyaman masih menjadi favorit, terutama kaftan dengan detail bordir atau renda di bagian lengan dan kerah.
Model tunik panjang yang dipadukan dengan celana palazzo atau rok juga menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tampil stylish namun tetap sopan.
Selain busana, tren hijab juga mengalami perkembangan. Tahun ini, pashmina voal dan pashmina viscose menjadi favorit di kalangan hijabers karena tampilannya yang elegan dan praktis.
Pashmina voal terkenal dengan bahannya yang ringan, mudah dibentuk, dan tidak terlalu panas saat dikenakan. Kainnya memberikan tampilan yang lebih rapi dan tetap nyaman digunakan seharian.
Namun, bahan ini cenderung agak kaku dibandingkan dengan jenis pashmina lainnya dan membutuhkan jarum pentul atau peniti agar tetap rapi.
Sementara itu, pashmina viscose memiliki tekstur yang lebih lembut dan jatuh, memberikan kesan yang lebih santai namun tetap elegan. Keunggulan bahan ini adalah kenyamanannya yang tinggi dan tidak terlalu licin, sehingga mudah dibentuk tanpa perlu banyak peniti.
Namun, pashmina viscose lebih tebal dibandingkan voal, sehingga bisa terasa lebih hangat saat dipakai di cuaca panas.
Kedua jenis pashmina ini tersedia dalam berbagai pilihan warna, termasuk burgundy dan mahogani, yang semakin melengkapi tren Lebaran 2025.
Untuk melengkapi tampilan, penggunaan aksesori yang tepat sangat penting. Tahun ini, perhiasan dengan desain minimalis namun elegan menjadi pilihan utama.
Tas tangan berwarna netral atau dengan aksen burgundy dan mahogani juga semakin populer. Selain itu, hijab dengan warna senada atau kombinasi warna yang selaras dengan busana akan semakin menambah kesan modis dan anggun.
Tren busana seragam keluarga masih menjadi pilihan bagi banyak orang di Lebaran 2025. Dengan menggunakan warna burgundy dan mahogani, keluarga dapat tampil serasi dengan gaya yang tetap variatif.
Misalnya, ayah dan anak laki-laki mengenakan kemeja atau koko dengan aksen mahogani, sementara ibu dan anak perempuan memilih dress atau gamis berwarna burgundy dengan detail renda atau brokat.
Dengan dominasi warna burgundy dan mahogani dalam tren fashion Lebaran tahun ini, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk tampil elegan dan modis.
Namun, selain mengikuti tren, kenyamanan pastinya tetap menjadi faktor utama dalam memilih busana Hari Raya!
Penulis: MG25 Cintya Diyanti Utomo
Editor : Halo Jember