HALOJEMBER.COM – Revolusi internet satelit akan segera memasuki babak baru yang jauh lebih canggih.
Perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk, SpaceX, telah menyusun rencana besar untuk meluncurkan armada satelit Starlink yang lebih besar dan bertenaga mulai pertengahan tahun 2027 mendatang.
Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru karena SpaceX akan mulai mengandalkan roket raksasa mereka, Starship, untuk mengangkut infrastruktur internet luar angkasa tersebut.
Bagi kamu yang sering mengeluhkan koneksi internet di daerah terpencil, pembaruan ini menjanjikan jangkauan global yang lebih stabil dan berkelanjutan dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Keunggulan utama dari penggunaan roket Starship terletak pada kapasitas angkutnya yang luar biasa besar.
Jika selama ini SpaceX mengandalkan roket Falcon 9, kehadiran Starship memungkinkan perusahaan untuk mengirim hingga 50 satelit berukuran besar dalam satu kali peluncuran.
Target ambisiusnya adalah membangun konstelasi yang mampu menyediakan cakupan menyeluruh hanya dalam waktu enam bulan dengan mengerahkan sekitar 1.200 satelit.
Dengan teknologi ini, kamu bisa mengharapkan akses internet yang merata hingga ke zona kutub sekalipun, yang selama ini sulit dijangkau oleh infrastruktur kabel konvensional.
Saat ini, Starlink telah mengukuhkan posisinya sebagai jaringan satelit tunggal terbesar di dunia dengan hampir 10.000 satelit yang mengorbit Bumi.
Pendapatan SpaceX dari sektor ini bahkan diprediksi menembus angka US$9 miliar pada tahun 2026, yang menunjukkan betapa masifnya adopsi teknologi ini oleh masyarakat global.
Selain memperkuat infrastruktur, SpaceX juga mengumumkan perubahan nama layanan direct-to-cell mereka menjadi Starlink Mobile.
Layanan ini memungkinkan kamu untuk terhubung langsung dari ruang angkasa ke smartphone tanpa memerlukan perangkat tambahan yang rumit.
Hingga saat ini, SpaceX sudah mengoperasikan sekitar 650 satelit dengan kemampuan Starlink Mobile yang melayani 10 juta pengguna aktif setiap bulannya.
Jumlah pengguna ini diperkirakan akan melonjak drastis hingga melampaui 25 juta orang pada akhir tahun 2026.
Meski roket Starship masih dalam tahap uji coba intensif setelah melewati berbagai tantangan di tahun sebelumnya, pengembangan versi yang lebih canggih terus dikebut.
Bagi kamu yang mengikuti perkembangan teknologi ruang angkasa, kesuksesan misi ini bukan hanya soal internet, tapi juga pembuka jalan bagi manusia untuk membawa muatan besar lebih jauh ke luar angkasa.
Editor : Rifki Bagus