Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Mengapa Golden Blood Disebut Darah Paling Berharga di Dunia?

Dwi Siswanto • Rabu, 3 Desember 2025 | 01:12 WIB

golden blood diambil dari website stikes Husada Borneo Banjarbaru
golden blood diambil dari website stikes Husada Borneo Banjarbaru
Halo Jember - Golongan darah Rh-null atau yang sering disebut golden blood merupakan salah satu keanehan biologis paling langka di dunia.

Keistimewaannya terletak pada ketiadaan seluruh antigen Rh pada sel darah merah, sesuatu yang tidak ditemukan pada golongan darah lain.

Kondisi inilah yang membuat darah ini sangat bernilai, sekaligus sangat berisiko bagi pemiliknya.

Jumlah orang dengan Rh-null diperkirakan tidak mencapai 50 individu secara global, dan hanya segelintir yang aktif menjadi donor.

Penemuan pertama darah ini terjadi pada tahun 1961 pada seorang perempuan Australia, dan sejak itu hanya sedikit kasus baru yang terkonfirmasi.

Tidak adanya antigen Rh membuat darah Rh-null dapat digunakan untuk membantu banyak pasien dengan golongan darah langka, sehingga perannya sebagai donor memiliki bobot yang besar dalam sistem transfusi.

Namun hal yang sama justru menjadi ancaman bagi pemiliknya sendiri. Mereka hanya bisa menerima darah dari sesama Rh-null, sehingga dalam kondisi darurat peluang mendapatkan donor sangat kecil.

Kekosongan antigen itu juga berdampak pada struktur sel darah merah mereka, yang cenderung lebih rapuh dan mudah rusak.

Banyak pemilik Rh-null mengalami anemia hemolitik sejak lahir, dengan gejala seperti kelelahan, kulit pucat, dan kadar hemoglobin yang rendah.

Tantangan lainnya muncul saat transfusi, karena paparan sedikit saja antigen Rh bisa memicu reaksi imun berat.

Situasi ini membuat proses medis terhadap pemilik Rh-null harus dilakukan dengan protokol khusus.

Pada perempuan, ketidaksesuaian Rh dengan janin dapat memicu pembentukan antibodi berbahaya dan meningkatkan risiko masalah kehamilan.

Beberapa penelitian juga mencatat bahwa infeksi berat dapat memicu kerusakan sel darah merah secara masif pada individu Rh-null, meningkatkan risiko gagal organ.

Di luar Rh-null, ada beberapa tipe darah lain yang juga tergolong super langka, seperti AB yang jumlahnya sangat kecil dalam populasi global, serta HH atau Bombay phenotype yang bahkan tidak memiliki antigen H sebagai dasar penentu golongan darah ABO.

Setiap tipe langka memiliki tantangan sendiri, terutama dalam hal ketersediaan donor.

Kelangkaan Rh-null mendorong para ilmuwan untuk mencari cara memproduksi darah ini di laboratorium.

Upaya dilakukan melalui rekayasa sel punca dan pemrograman ulang sel untuk menghilangkan antigen tertentu.

Beberapa eksperimen telah berhasil menciptakan sel darah merah tanpa antigen Rh, meskipun teknologi tersebut masih jauh dari penerapan klinis.

Jika studi transfusi menggunakan darah hasil kultur laboratorium terbukti aman dan efektif, hal ini bisa menjadi terobosan penting bagi pasien dengan golongan darah langka.

Meski hanya dimiliki sangat sedikit orang, golden blood menjadi pintu bagi pemahaman baru tentang genetika darah dan perkembangan teknologi medis.

Kelangkaannya membuatnya terlihat “berharga”, tetapi nilai sebenarnya terletak pada perannya dalam membuka peluang penyembuhan bagi orang lain dan potensi besar untuk masa depan transfusi darah.

Penulis: Tazyinatul Ilmiah

Editor : Dwi Siswanto
#donor darah #biologis #Golongan darah Rh null #Golden Blood #golongan darah