Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Waspada Terlalu Banyak Tidur Saat Puasa Tidak Baik untuk Kesehatan

Halo Jember • Kamis, 4 April 2024 | 04:59 WIB

 

Ilustrasi orang tidur (Foto : Jawa Pos)
Ilustrasi orang tidur (Foto : Jawa Pos)

HALOJEMBER.COM - Saat puasa jam tidur menjadi terganggu karena harus bangun jam 2 atau 3 dini hari untuk sahur. 

Maka tak jarang jika orang yang berpuasa merasa lemas, mood swing dan kantuk. Sehingga malas beranjak dari kasur.

Akibat kurangnya jam tidur beberapa orang memilih untuk tidur saat berpuasa. Baik saat pagi atau siang hari, bahkan tak jarang mereka tidur dari pagi hingga siang. 

Dalam hadits riwayat Al Baihaqi disebutkan bahwa diamnya orang berpuasa adalah tasbih, tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, doanya mustajab dan amalnya dilipatgandakan. 

Para ulama juga sepakat bahwa tidur saat puasa dan diseluruh waktu siang selama puasa maka puasanya tetap sah. 

Namun jika dilakukan secara terus menerus tidur berlebihan saat puasa tidak disarankan, karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti depresi dan obesitas. 

Selain itu tidur berlebihan saat puasa juga bisa menyebabkan rasa malas dan menjadi tidak produktif. 

"Tidur terlalu sering selama puasa juga tidak disarankan," ujar dr Dian Alfiyatul Uliyah Kepala Puskesmas Sumberasri

Jika tidur berlebihan tubuh akan mudah lemas karena ketika melakukan aktivitas tersebut tubuh melakukan detoksifikasi dan mengeluarkan keringat.

Sehingga ketika bangun, biasanya akan terasa lebih haus dan lapar saat bangun.

Dampak tiidur berlebihan lainnya yaitu sakit kepala dan masalah kardiiovaskular. Masalah lainnya yang terjadi adalah gangguan masalah memori, gangguan kecemasan berlebihan dan resiko berat badan. 

“Sehingga meningkatkan resiko depresi,” tegasnya.

Selama ibadah puasa, dr Dian juga menyebut aktivitas fisik juga diperlukan. Hal itu bertujuan agar kesehatan dan imunitas tubuh tetap terjaga dengan baik.

Namun olahraga  saat puasa perlu dimodifikasi, untuk menghindarkan tubuh dari resiko dehidrasi. “Misalnya dengan pemilahan waktu yg tepat, 1-2 jam menjelang berbuka,” tuturnya.

Olahraga yang dilakukan menurutnya juga perlu dipilih, disarankan untuk melakukan yang terlalu berat dan terkesan dipaksakan. Karena dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi.

“Bisa berjalan kaki dengan langkah yg lebih pelan, bersepeda dengan kecepatan mengayuh yang rendah,” pungkasnya. 

Editor : Halo Jember
#tidur #puasa #kesehatan