“Kalau tidak melalukan pemanasan terlebih dahulu, maka aliran darah dalam otot serta struktur dalam lutut belum siap, karena kurang panas.”
ARISTOTELES
Dokter Spesialis Ortopedi RSU Kaliwates Jember
HALO JEMBER - Olahraga menjadi salah satu kegiatan positif untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, jika prosesnya tidak dilakukan dengan benar, seperti tidak melakukan warming up atau pemanasan, maka berpotensi terjadi cedera. Mengapa demikian bisa terjadi?
Dokter spesialis ortopedi RSU Kaliwates Jember, Aristoteles, mengatakan, cedera saat melakukan olahraga akan sangat mengganggu. Rasa nyeri pada otot maupun anggota tubuh lainnya membuat penderitanya harus melakukan istirahat dalam waktu yang cukup panjang.
Oleh sebab itu, warming up atau pemanasan sebelum olahraga serta pendinginan pascaolahraga merupakan kegiatan yang tidak boleh dilewatkan. Salah satu cedera yang banyak dialami karena olahraga adalah anterior cruciate ligament (ACL).
Cedera satu ini biasanya menimpa orang yang melakukan olahraga dengan mobilitas tinggi. Seperti sepak bola, futsal, bola voli, hingga basket.
Aristoteles menambahkan, untuk melakukan olahraga ada tiga hal yang harus dilakukan. Meliputi warming up, olahraga, dan pendinginan. Apabila salah satu di antaranya dilewatkan, maka risiko cedera menjadi lebih besar.
“Kalau tidak melalukan pemanasan terlebih dahulu, maka aliran darah dalam otot serta struktur dalam lutut belum siap, karena kurang panas,” katanya.
Otot tubuh dalam kondisi normal biasanya masih kaku dan dingin. Jika tiba-tiba melakukan aktivitas olahraga berat, maka besar kemungkinan terkena cedera otot. Agar terhindar dari risiko cedera, perlu melakukan pemanasan.
Selain meningkatkan aliran darah ke otot, suhu otot yang lebih tinggi dari biasanya akan membuat otot jadi lebih lentur dengan pemanasan. Sehingga bisa minimalisasi risiko otot kram, terkilir, bahkan otot robek.
Pemanasan, kata dia, juga meningkatkan kualitas olahraga. Artinya, gerakan pemanasan akan menaikkan sirkulasi darah ke otot. Dengan begitu, otot akan lebih fleksibel. Selain menjadikan otot fleksibel, aliran darah juga membawa persediaan oksigen lebih banyak ke seluruh tubuh.
Sehingga, pemanasan sebelum olahraga akan meningkatkan energi refleks serta jangkauan otot. Pemanasan juga bisa memberikan pelumas lebih banyak pada sendi-sendi. Apalagi jika Anda melakukan aktivitas yang bertumpu pada lutut. Bahkan aktivitas peregangan tulang belakang dapat efektif mencegah risiko cedera punggung.
Aristoteles menyebut, ketika terjadi cedera, hal pertama yang harus dilakukan adalah diagnosis bagian tubuh yang terdampak. Jika diperlukan, tindakan operasi harus dilakukan untuk mengantisipasi pengapuran dini. “Benefit operasi itu bukan hanya pada saat ini. Tapi nanti saat hari tua,” imbuhnya. (ham/c2/dwi)