HALOJEMBER.COM - Siapa yang pernah mengalami mata terasa panas akibat terlalu lama berada di depan komputer?
Jika terus-menerus dilakukan, hal tersebut dapat menyebabkan gangguan pada mata. Salah satunya adalah miopia.
Tak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak juga berpotensi mengalaminya.
Dokter spesialis mata RSD dr Soebandi, Bimanda Rizki Nurhidayat, mengatakan, miopia atau rabun jauh merupakan kondisi mata yang menyebabkan objek dekat terlihat jelas.
Sementara, objek yang letaknya jauh terlihat kabur. Tingkat keparahan akan sangat beragam dan berbeda-beda pada tiap penderita.
Faktor genetik dan lingkungan dapat menyebabkan gangguan tersebut. Miopia cenderung menurun dalam keluarga.
Jika salah satu orang tua mengidap miopia, risiko terkena kondisi tersebut pada anak meningkat. “Risikonya bahkan lebih tinggi, jika kedua orang tuanya rabun jauh,” katanya.
Faktor lain yang dapat memicu terjadinya miopia adalah lingkungan dan kebiasaan kurang baik. Seperti sering membaca terlalu dekat.
Jarak ideal untuk membaca buku kurang lebih 30 sentimeter. Radiasi layar monitor komputer atau gadget, sering beraktivitas dalam ruangan, kekurangan vitamin D, hingga begadang juga bisa menjadi pemicu miopia.
“Hal-hal tersebut bisa menyebabkan miopia, karena mata akan menjadi lelah,” imbuhnya.
Penderitanya tidak hanya orang yang sudah lanjut usia (lansia). Anak-anak hingga orang dewasa juga berpotensi menjadi penderita.
Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa dr Bima ini menegaskan pentingnya melakukan screening kelainan refraksi pada usia prasekolah, sehingga kelainan dapat terdeteksi lebih awal.
Untuk mencegah miopia ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Mulai dari membatasi waktu berada di depan layar, khususnya komputer, televisi, dan gawai.
Idealnya istirahat selama 20 detik setiap 20 menit untuk melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki. Serta menghabiskan banyak waktu di luar ruangan.
Jika diperlukan, maka dapat menggunakan lensa korektif seperti arahan dari dokter mata. Serta kacamata hitam dengan perlindungan radiasi ultraviolet (UV). Kemudian, memakai kacamata pelindung saat melakukan aktivitas tertentu.
Seperti saat menggunakan bahan kimia beracun atau berolahraga tertentu. “Paling penting mengelola kesehatan kronis, serta makan makanan yang kaya protein. Seperti buah-buahan, sayuran, dan asam lemak omega-3,” pungkasnya. (ham/c2/fid)
Editor : Halo Jember