Daging Kambing Jadi Kambing Hitam untuk Koresterol dan Darah Tinggi? Ini Penjelasan Dokter Tirta

Dwi Siswanto • Dipublikasikan Minggu, 16 Juni 2024 | 23:20 WIB
Dokter Tirta saat menjelaskan daging kambing di Podcast PWK
Dokter Tirta saat menjelaskan daging kambing di Podcast PWK

HALO JEMBER – Sate kambing, gule kambing, tongseng kambing, hingga sop kambing adalah berbagai menu makanan yang cukup enak dan siap menggoyang lidah. Namun, banyak orang mengindari olahan daging kambing karena takut kolesterol dan darah tinggi naik.

Namun, jika berbicara daging kambing tentu masyarakat cukup berhati-hati ketika akan mengonsumsinya. Salah satu alasannya, lantaran banyak masyarakat yang menyebut mengonsumsi daging kambing dapat menyebabkan tekanan darah naik.

Daging kambing juga sering kali dikaitkan sebagai penyebab penyakit seperti kolestrol dan darah tinggi.

Anggapan tersebut pun kerap diyakini lantaran, setelah konsumsi sate kambing, gule kambing, tongseng kambing saat moment Idul Adha ini sering kali kepala menjadi pusing.

Beberapa orang mungkin mengaitkan konsumsi daging kambing dengan peningkatan tekanan darah, tetapi penelitian ilmiah belum memberikan bukti. Hal itu pula yang turut disampaikan oleh dokter Tirta dalam sebuah kontennya di jejaring sosial yang pernah diunggahnya.

Pria bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi tersebut pun menyampaikan bahwa daging kambing penyebab peningkatan tekanan darah hanyalah mitos belaka.

“Jangan mengkambing hitamkan daging kambing. Daging kambing itu bukan penyebab koresterol dan tekanan darah tinggi naik,” ucap dr. Tirta

Menurutnya, daging kambing adalah salah satu komponen daging merah justru bisa menekan angka kolesterol. Bagi sebagian orang setelah memakan daging kambing yang merasakan ketegangan pada leher dan tensinya tinggi, difaktorkan dari bumbu olahannya.

“Itu dikarenakan masak kambingnya pakai bumbu kecap yang sangat berlebihan. Belum lagi gulai kambing yang asin,” ujarnya. “Jadi yang menyebabkan daging kambing itu sate, daging kambing atau tongseng tengkleng, dan gulai itu jadi meroket adalah komponen garam dan kecapnya yang berlebihan,” tambahnya.

“Makanya kalo sudah tahu terlalu asin ya jangan makan berlebihan. Makanya jangan salahkan kambingnya,” lanjut dr Tirta.

Menurutnya, dari aspek kandungan gizinya, protein daging kambing itu melebihi dari daging sapi. “Daging kambingnya malah sehat. Proteinnya tinggi malah melebihi dari sapi makanya saya biasanya makan sate kambing itu sate ya. Terus gak pakai merica pakai kecap dikit manis,” ucapnya.

 “Jadi kambing tidak menyebabkan kolesterol, yang menyebabkan naiknya kolesterol dan tekanan darah adalah bumbunya dan jeroannya, serta gajih,” jelas dr Tirta.

Editor : Dwi Siswanto
daging kambing sate kambing tongseng kambing dr Tirta