HALO JEMBER – Kedewasaan seseorang tidak bisa dinilai dari panjangnya usia ataupun banyaknya pengalaman hidup seseorang. Sebab, menjadi dewasa adalah sebuah proses perkembangan individu yang berkelanjutan dimana proses itu membutuhkan pembelajaran, percobaan, kekeliruan, hingga akhirnya bisa mencapai fase kematangan psikologis yang sebenarnya.
Sayangnya, tidak ada kelas khusus yang mengajarkan cara menjadi dewasa. Padahal kedewasaan dibutuhkan oleh semua orang karena dapat membantu menjalani kehidupan dengan lebih baik termasuk untuk tujuan mencapai kebahagiaan.
Nurul Rachmi K, M.Psi, Psikolog menjelaskan bahwa agar seseorang bisa bersikap dewasa membutuhkan segenap daya upaya untuk mencapai versi diri yang lebih baik dari hari ke hari. Oleh sebab itu, menjadi dewasa itu tidak mudah bahkan ada beberapa orang yang merasa tidak siap.
Kondisi inilah yang kemudian menjadi pembeda antara satu orang dengan orang lainnya sekalipun usianya sama, mengingat semua berasal dari dalam diri orang tersebut untuk memulai prosesnya.
“Dalam proses menuju kedewasaan itu, setiap individu butuh contoh peran yang sesuai bisa dari orangtua kita atau orang dewasa lain yang ada di sekitar kehidupan kita. Namun apabila lingkungan kita cenderung lebih banyak contoh orang dewasa yang negatif, maka hendaknya kita yang harus mencari figur lain yang lebih positif,” jelas Psikolog dari Klinik Psikologi Bina Sehat itu.
Kedewasaan itu bersifat tidak konstan dan memerlukan proses. Ada beberapa cara menjadi dewasa di antaranya yaitu mengenali diri sendiri, membangun kepercayaan diri, menetapkan tujuan hidup, berlatih pengendalian diri, hormat atas pendapat orang lain, mengakui kegagalan, tidak mudah menyerah, bisa menerima saran, menghindari hal-hal negatif, jujur, dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Usus Buntu Juga Bisa Serang Anak-Anak, Begini Cara Mencegahnya
“Pepatah mengatakan bahwa menua itu pasti dan menjadi dewasa itu pilihan, namun untuk hidup dengan baik, bukan kedewasaan saja yang kita butuhkan. Kesehatan menjadi hal yang vital baik secara fisik dan mental agar dapat menjadi pribadi dewasa yang bertanggung jawab,” ujar Nurul.
Salah satu tanda bahwa kedewasaan seseorang itu terbentuk yaitu ketika menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan fisik dan juga mental. Di era globalisasi saat ini, arus informasi yang tidak terbendung cenderung membuat masyarakat menjadi lebih sensitif dan rentan untuk terkena gangguan psikologis di antaranya kecemasan, kecemburuan sosial, mengalami depresi karena ujaran kebencian, dsb.
Baca Juga: Rutin Ganti Oli, Bikin Motor Awet Gak Gampang Rusak
Belakangan ini juga marak terjadi kasus orang dewasa dengan perilaku yang tidak bertanggung jawab dan akhirnya berdampak ke produktivitasnya.
Ada juga tindak pidana yang disebabkan karena masalah psikologis dalam rumah tangga yang juga berdampak pada kehancuran karir. Psikoedukasi untuk mengingatkan akan pentingnya kesehatan mental, terutama bagi individu dewasa yang sarat dengan aktivitas dan peran sosial perlu dilakukan, utamanya karena kelompok ini merupakan peran contoh bagi generasi muda di bawah usianya.
Baca Juga: Cabut Gigi Bisa Berdampak pada Kesehatan Mata, Mitos atau Fakta?
“Pribadi dewasa dan sehat adalah orientasi dari produktif. Menjadi produktif berarti orang yang mampu menggunakan seluruh tenaga dan potensinya. Kompleksnya kehidupan sebagai orang dewasa tidak luput dari kemungkinan adanya masalah-masalah psikologis akibat peran sosial yang dijalani ataupun dampak dari pengasuhannya di masa kecil. Kasus-kasus tersebut membutuhkan layanan psikologi yang tepat agar individu tersebut dapat menjalani kehidupannya sebaik mungkin,” terangnya.
Pada akhirnya disimpulkan bahwa orang yang dewasa adalah orang yang dapat mengaktualisasikan diri yaitu yang mampu memanfaatkan potensi dalam dirinya dengan optimal dan bisa berdamai dengan kekurangan yang dimiliki, bertanggung jawab secara sosial dan mampu beradaptasi di manapun ia berada.
Jika anda ingin berkonsultasi lebih lanjut, dapat mengunjungi Klinik Psikologi Bina Sehat di Jl. Jayanegara 7 Kaliwates Jember atau hubungi nomor 082233725697. (RSBS)
Editor : Dwi Siswanto