“Kasihan kambing, selalu difitnah menyebabkan hipertensi hingga stroke. Padahal bumbunya yang menyebabkan hipertensi hingga stroke.”
dr Agus Yudho Santosa SpPD, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Siloam Jember
HALOJEMBER.COM- Mengolah daging sapi atau kambing pada Hari Raya Idul Adha sudah menjadi kebiasaan masyarakat.
Namun, bahan-bahan untuk mengolah daging harus diperhatikan. Tujuannya agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Selain itu, bagi penderita hipertensi hingga gagal ginjal, tingkat konsumsinya harus dibatasi.
Dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam Jember, dr Agus Yudho Santosa SpPD FINASIM, mengatakan, tak jarang masyarakat yang menganggap bahwa mengonsumsi daging bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
BACA JUGA: INI Cara Tepat Menyimpan Daging Kurban. Menurut Pakar Pangan Unmuh Jember
Namun, menurutnya, munculnya penyakit bukan semata-mata disebabkan oleh daging tersebut. Melainkan bumbu yang digunakan untuk mengolah daging.
Pria yang akrab disapa dr Yudho ini menyebut, bumbu untuk mengolah daging sapi atau kambing, seperti garam dan kecap asin, merupakan bahan yang dapat menyebabkan hipertensi hingga gangguan ginjal.
Barang tersebut mengandung natrium klorida (NaCL), yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
BACA JUGA: Tips Mengolah Daging Kurban Ala dr Zaidul Akbar Agar Tetap Sehat dan Enak
“Kasihan kambing, selalu difitnah menyebabkan hipertensi hingga stroke. Padahal bumbunya yang menyebabkan hipertensi hingga stroke,” katanya sembari tersenyum.
Daging sapi memiliki kandungan protein yang cukup besar. Dalam 100 gram saja mengandung kurang lebih 26,1 gram protein.
Hal tersebut tentu baik untuk kesehatan. Selama tidak dikonsumsi secara berlebihan. Begitu juga dengan daging kambing, dalam 85 gram daging kambing terkandung kurang lebih 23 gram protein. Hal tersebut baik untuk pertumbuhan serta perbaikan jaringan dan otot.
Meski memiliki kandungan yang cukup baik bagi kesehatan tubuh, menurut dr Yudho, penderita gangguan ginjal tidak disarankan untuk mengonsumsi daging berlebihan.
Bagi orang yang memiliki gejala ginjal kronis, proteinnya harus dibatasi maksimal 0,6 hingga 0,8 gram per hari. “Untuk yang sudah gagal ginjal dan menjalankan cuci darah, maksimal proteinnya 1,2 gram per hari,” pungkasnya. (ham/c2/fid)
Editor : Halo Jember