Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Cukup Olahraga Jalan Kaki, Bisa Terhindari dari Diabetes.

Dwi Siswanto • Jumat, 21 Juni 2024 | 22:44 WIB
Photo
Photo

HALO JEMBER – Jalan kaki menjadi kegiatan yang dilakukan dari kecil hingga dewasa. Ternyata jalan kaki adalah olahraga yang cukup efektif dalam membakar kalori. Dilansir dari Live Strong, jalan kaki selama 30 menit ternyata mampu membakar 136 kalori.

Diketahui juga, lewat jalan kaki mampu memperkecil resiko diabetes. Apalagi, penyakit yang satu ini menghantui masyarakat Indonesia. Bahkan, tidak hanya orang tua, anak muda pun juga rentan terkena diabetes.

Dalam penelitian menerangkan bahwa lewat olahraga jalan kaki setelah makanan mampu menurunkan gula darah. Sehingga bisa mencagah munculnya diabetes.

Selain bermanfaatkan menurunkan risiko diabetes, berikut manfaat lain dari olahraga jalan kaki.

1. Meningkatkan Pencernaan:

  1. Berjalan kaki setelah makan dapat membantu mempercepat proses pencernaan dengan merangsang pergerakan usus dan memperlancar aliran darah ke sistem pencernaan.

    1. Menurunkan Kadar Gula Darah:

    Aktivitas fisik setelah makan dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan, terutama jika Anda memiliki masalah dengan kadar gula darah setelah makanan.

    1. Mengurangi Rasa Kembung:

    Jalan kaki dapat membantu mengurangi rasa kembung dan ketidaknyamanan yang terkait dengan pencernaan, dengan membantu gas bergerak lebih cepat melalui sistem pencernaan.

    1. Meningkatkan Metabolisme:

    Aktivitas fisik ringan setelah makan dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, yang dapat membantu dalam pengelolaan berat badan.

    1. Mengurangi Risiko Penyakit Kardiovaskular:

     Berjalan kaki secara teratur telah terbukti dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, dan melakukan aktivitas ini setelah makan dapat memberikan manfaat tambahan.

    1. Membantu Menurunkan Berat Badan :

    Berjalan kaki rutin dapat menurunkan berat badan,karena dengan rajin berjalan kaki maka membuat tubuh menjadi dekat dengan defisit kalori yang berkaitan dengan penurunan berat badan.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat setelah makan besar, terutama jika makanan tersebut berat atau berlemak. Berjalan kaki santai atau aktivitas ringan lainnya lebih disarankan untuk mendapatkan manfaat maksimal tanpa mengganggu pencernaan Anda.

  2. Baca Juga: Waspada Trauma Kimia pada Mata, Dapat Sebabkan Gangguan Penglihatan

Waktu yang tepat untuk jalan kaki

Para ahli kebugaran merekomendasikan jalan pada jam-jam tertentu karena memiliki manfaat bagi tubuh. Dikutip dari Best of Life, berikut waktu jalan kaki yang tepat untuk meningkatkan kesehatan Anda:

 

1. Jalan kaki pada pagi hari

Pakar kebugaran dan pendiri Great Minds Think Hike, Adrian Todd mengatakan, jalan kaki pada pagi hari memiliki banyak manfaat yang bisa dirasakan sepanjang hari. Hal itu karena paparan sinar matahari pagi yang membangunkan dan mengatur ritme sirkadian. Vitamin D dari sinar matahari juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang.

Penelitian menemukan, berjalan kaki di pagi hari bermanfaat untuk kesehatan paru-paru dan jantung. Kepala departemen fisioterapi dan kedokteran olahraga di Nanavati, Dr Ali Irani merekomendasikan jalan kaki dilakukan pada pukul 5 sampai 6 pagi.

"Jalan kaki antara jam 5 pagi dan 6 pagi telah terbukti membangun kapasitas vital tertinggi di antara individu," ujarnya, dikutip dari Times of India. Studi lainnya menunjukkan bahwa detak jantung saat jalan kaki di pagi hari lebih rendah daripada malam hari, terutama bagi mereka yang berusia 65-70 tahun.
Baca Juga: Cabut Gigi Bisa Berdampak pada Kesehatan Mata, Mitos atau Fakta?


2. Jalan kaki pada pertengahan pagi

Jika bangun pagi merupakan aktivitas yang sulit untuk dilakukan, Anda bisa berjalan kaki pada pertengahan pagi sebelum siang hari. Pelatih pribadi bersertifikat dan pendiri Garage Gym Pro Andrew White mengatakan, jalan kaki pada pertengahan pagi dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama.

"Berjalan-jalan di pertengahan pagi dapat menjadi "istirahat" yang baik dari pekerjaan atau tugas-tugas yang sedang Anda kerjakan. Ini membantu untuk memecah waktu duduk dan memberi Anda ledakan energi," ungkapnya, dikutip dari Best of Life.

3. Jalan kaki setelah makan siang

Jalan kaki setelah makan memiliki segudang manfaat, salah satunya menurunkan risiko diabetes tipe 2. Begitu juga ketika jalan kaki dilakukan setelah makan siang. Meskipun hanya dilakukan 15 menit, penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki selama beberapa menit setelah makan dapat membantu mengatur kadar gula darah dalam tubuh.

Penelitian lainnya membuktikan, orang yang berjalan kaki setelah makan siang cenderung kembali bekerja dengan lebih tenang, waspada, bahagia, dan tidak terlalu stres. 

4. Jalan kaki pada sore hari

Pakar kebugaran dan pendiri Great Minds Think Hike, Adrian Todd mengatakan, waktu ideal untuk berjalan kaki adalah sore hari.

"Di sore hari, tingkat energi Anda biasanya sudah mulai stabil, sehingga ini adalah waktu yang tepat untuk berjalan kaki atau melakukan aktivitas apa pun yang membutuhkan energi," kata dia, dilansir dari sumber yang sama.

Kebiasaan ini bisa dilakukan bagi Anda yang sulit bangun pagi atau memiliki waktu yang padat untuk bekerja.

Baca Juga: Kekurangan Rumah Menghadap Barat Menurut Fengshui

5. Jalan kaki pada malam hari

Berjalan kaki di malam hari dapat menjadi cara yang menenangkan untuk mengakhiri hari sebelum Anda beristirahat sebelum tidur. Dokter di Hope and Care Clinic, Navi Mumbai Akshat Chadha mengatakan, jalan kaki pada malam hari bermanfaat untuk mengecilkan perut buncit.

"Jalan kaki 15 menit setelah makan malam dapat membantu pencernaan dan menghilangkan lemak perut secara efisien," ujarnya dikutip dari Health Site.

Hal ini karena makanan yang kaya karbohidrat dan lemak, rempah-rempah serta bumbu yang ditambahkan secara berlebihan ke dalam sajian akan dibakar ketika Anda jalan kaki di malam hari. Dikutip dari Verywell Fit, para ahli sepakat bahwa kapan waktu berjalan kaki bukanlan faktor paling utama, tetapi menemukan kebiasaan jalan kaki secara konsisten adalah kuncinya. Waktu terbaik untuk jalan kaki adalah waktu yang paling sesuai dengan jadwal Anda.

Dengan begitu, Anda dapat melakukannya secara konsisten. Pilihlah waktu yang memungkinkan untuk membangun kebiasaan dan berusahalah untuk berjalan kaki beberapa hari dalam seminggu.

Editor : Dwi Siswanto
#menurunkan kadar gula darah #jalan kaki #olahraga #berat badan #diabetes