HALOJEMBER.COM- Demam berdarah dengue (DBD) menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak ditemui di Jember.
Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penderitanya akan mengalami berbagai gejala.
Salah satunya demam akut dalam waktu tujuh hari. Biasanya demam akan naik turun atau dikenal dengan istilah siklus pelana kuda.
Dokter spesialis penyakit dalam RSD dr Soebandi Jember, dr Hana Nadya SpPD, menyampaikan, DBD merupakan infeksi akut dari virus dengue.
Menyebabkan gejala demam akut disertai gejala konstitusional lain serta perdarahan.
“Penyakit ini musiman atau endemis. Saat musim hujan, biasanya kasusnya juga akan meningkat,” katanya.
Ketika terdapat satu penderita DBD dalam suatu lingkungan, maka penularannya akan menjadi cepat.
Khususnya di kawasan dengan kepadatan penduduk cukup tinggi. Faktor penyebabnya adalah nyamuk Aedes aegypti. Hewan tersebut menjadi pembawa virus dengue.
Nyamuk tersebut menjadi faktor atau pembawa virus, yang berada pada kelenjar ludah nyamuk.
Karena itu, selama masih aktif atau hidup, hewan itu berpotensi menularkan penyakit DBD.
Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya untuk memberantas sarang nyamuk. Dengan pola hidup bersih dan sehat.
Perempuan yang akrab disapa dr Hana itu juga menjelaskan, gejala bagi penderita DBD adalah demam akut hingga suhu tubuh mencapai 49 derajat Celcius, selama tiga hingga tujuh hari.
Ada dua puncak demam, biasanya demam akan menurun. Namun, kembali meningkat pada hari berikutnya.
“Penurunan demam itu bukan menjadi tanda kesembuhan. Tapi, menjadi tanda adanya DBD aktif,” terangnya.
Gejala lain biasanya nyeri otot, nyeri sendi, nyeri kepala, mual muntah. Serta perdarahan yang menjadi gejala khas dari demam berdarah.
Jika mengalami gejala tersebut, disarankan untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat, sehingga bisa segera disembuhkan.
Penderita DBD harus segera mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan. Jika tidak, maka dapat berdampak buruk terhadap kesehatan.
Biasanya penderita penyakit tersebut trombositnya akan menurun. Padahal hal itu merupakan komponen mempertahankan tubuh dari perdarahan.
“Makanya, penderita demam berdarah biasanya mengalami pendarahan pada gusi hingga mimisan,” pungkasnya. (ham/c2/fid)
Editor : Halo Jember