Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kerja Sewajarnya Karena Kelelahan Bisa Jadi Faktor Pendukung Tifus

Alvioniza • Rabu, 26 Juni 2024 | 21:00 WIB

 

dr Hana Nadya SpPD Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSD dr Soebandi Jember
dr Hana Nadya SpPD Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSD dr Soebandi Jember

“Dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi, seperti perforasi dari usus. Lalu, ada infeksi berat, bahkan ada komplikasi ke saraf pusat.”

dr Hana Nadya SpPD 
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSD dr Soebandi Jember

HALOJEMBER.COM - Penyakit demam tifoid atau lebih sering disebut tipes, merupakan penyakit yang menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi bakteri penderita.

Namun, kelelahan dan daya tahan tubuh yang lemah juga bisa menjadi faktor pendukung terjadinya penyakit tersebut.

Dokter spesialis penyakit dalam RSD dr Soebandi Jember, dr Hana Nadya SpPD, menjelaskan, demam tifoid merupakan infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

Hal tersebut dapat menyebabkan adanya peradangan pada usus, sehingga menimbulkan demam berkepanjangan. “Demamnya bisa satu pekan atau lebih. Disertai gejala pada saluran pencernaan,” katanya.

Gejala pada saluran pencernaan bisa berupa mual dan muntah, nyeri perut, diare, hingga sulit buang air besar atau konstipasi, nyeri kepala, nyeri otot, hingga nyeri sendi.

Selain itu, badan penderitanya akan menjadi lemas, karena yang bersangkutan tidak mau makan.

“Dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi, seperti perforasi dari usus. Lalu, ada infeksi berat, bahkan ada komplikasi ke saraf pusat,” jelasnya.

Bakteri Salmonella typhi didapatkan dari makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Oleh sebab itu, tifus biasanya diawali dari kurangnya menjaga kebersihan lingkungan.

Oleh sebab itu, sumber air yang biasa dikonsumsi oleh penderita juga harus dipastikan kebersihannya.

“Menjadi faktor risiko tingginya angka kejadian infeksi tipes,” tegasnya.

Dikonfirmasi apakah kelelahan dapat menjadi faktor penyebab demam tifoid, dr Hana menjelaskan, hal tersebut bisa menjadi faktor predisposisi atau faktor yang memudahkan terjadinya infeksi.

Saat daya tahan tubuh menurun atau badan lelah, bakteri akan lebih mudah masuk dan menginfeksi tubuh. Namun, penyebab utamanya tetap bakteri Salmonella typhi.

Saat mengalami demam tifoid, menurutnya, penderita sebaiknya tidak mengonsumsi buah atau makanan tinggi serat terlebih dahulu, karena dapat membuat kerja usus lebih intens.

Sementara, dalam kondisi tersebut, sedang terjadi peradangan pada usus. Sehingga, salah satu terapinya adalah mengistirahatkan organ pencernaan tersebut.

“Meminimalisasi makanan tinggi serat bukan bagian dari pengobatan. Melainkan mengurangi keluhan pada pasien,” ujarnya.

Penanganan terhadap penderita tifus terbagi menjadi dua. Pertama, berupa pengobatan antibakteri menggunakan antibiotik.

Kemudian, terapi suportif atau pengobatan dari gejala tambahan, misalnya mual dan demam. “Istirahat juga penting untuk proses penyembuhan,” pungkasnya. (ham/c2/fid)

Editor : Halo Jember
#RSD Soebandi #kelelahan #tifus