HALOJEMBER.COM - Metabolic syndrome merupakan keadaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga diabetes.
Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya untuk mencegah keadaan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan olahraga teratur, serta mengonsumsi makanan sehat.
Dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam Jember, dr Agus Yudho Santosa SpPD FINASIM, menjelaskan, metabolic syndrome merupakan kumpulan gejala tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak, dan kadar kolesterol tidak normal.
BACA JUGA : Ini Cara Olahraga Jalan Kaki Agar Tidak Merusak Tubuh
Keadaan tersebut dapat memicu munculnya penyakit lain yang berbahaya.
Metabolic syndrome dapat disebabkan makan tinggi kalori dalam jumlah banyak, tanpa olahraga yang teratur.
Hal tersebut membuat kalori yang masuk ke dalam tubuh tidak dibakar, sehingga tidak menjadi energi, melainkan lemak.
“Sekarang kan lebih banyak jempolnya aja yang gerak. Mau beli makan saja pesan di aplikasi online,” katanya.
BACA JUGA : Cukup Olahraga Jalan Kaki, Bisa Terhindari dari Diabetes
Untuk mencegah metabolic syndrome, selain olahraga teratur dan diet sehat, perlu dilakukan deteksi keadaan tersebut sejak dini.
Salah satunya memperhatikan lingkar perut. Idealnya, lingkar perut wanita adalah 88 sentimeter atau setara empat setengah jengkal jari sendiri.
Sementara, lingkar perut pria idealnya 102 sentimeter atau setara lima jengkal jari sendiri.
BACA JUGA : Waspada Gejala Naik Turun Demam Penderita DBD, Begini Kata Dokter Jember
Jika lingkar perut sudah melebihi ukuran tersebut, maka disarankan untuk segera melakukan olahraga secara teratur, serta membatasi konsumsi makanan yang tidak sehat.
Gerak fisik dapat membuat berat badan seseorang menjadi normal. Jika tidak, maka risiko penyakit jantung, stroke, hingga diabetes menjadi lebih tinggi.
Pria yang sempat mendapatkan penghargaan sebagai dokter rumah sakit teladan itu juga menyebut, pengobatan yang dilakukan bagi para penderitanya tidak dapat berjalan maksimal jika tidak diimbangi dengan olahraga.
“Kalori yang ada dalam tubuh harus dibakar. Biar menjadi energi. Bukan menjadi penyakit,” pungkasnya. (ham/c2/fid)
Editor : Halo Jember