Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Waspada Heatstroke, Masalah Kesehatan Akibat Panas Berlebihan

Halo Jember • Selasa, 2 Juli 2024 | 23:34 WIB
Ilustrasi Air Minum (Foto : Pinterest)
Ilustrasi Air Minum (Foto : Pinterest)

 

HALOJEMBER.COM - Saat musim kemarau, suhu akan menjadi lebih panas. Hal tersebut juga dapat berdampak pada kesehatan. Salah satunya potensi terjadinya dehidrasi lebih tinggi.

Oleh sebab itu, asupan cairan harus dipenuhi demi memastikan tubuh dapat terhidrasi dengan baik. 

Salah satu masalah kesehatan yang dapat muncul akibat panas yang menyengat adalah heatstroke, atau kondisi paling berat akibat cuaca panas, karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan.

Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh hingga 40 derajat Celcius. 

Dokter umum Klinik Rolas Medika Jember, dr Alhimni Rusdi, mengatakan, hampir 70 persen tubuh manusia mengandung air.

Jika terpapar sinar matahari dalam waktu yang cukup lama, makan cairan tersebut akan menghilang.

“Dampaknya (cuaca panas, Red) yang paling sering adalah dehidrasi dan heatstroke.”   dr Alhimni Rusdi  Dokter Umum Klinik Rolas Medika Jember
“Dampaknya (cuaca panas, Red) yang paling sering adalah dehidrasi dan heatstroke.” dr Alhimni Rusdi Dokter Umum Klinik Rolas Medika Jember

Seperti air yang sedang direbus dalam waktu lama, biasanya akan menguap. “Dampaknya (cuaca panas, Red) yang paling sering adalah dehidrasi dan heatstroke,” katanya.

Alumnus Universitas Islam Malang (Unisma) itu menjelaskan, selama musim kemarau, cairan tubuh terpenuhi dengan baik.

Untuk menghindari terjadinya syock hipovolemik atau kekurangan cairan, salah satu caranya adalah meningkatkan konsumsi air putih.

Kemudian, menggunakan pakaian tertutup dan longgar, untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung. 

Selain itu, pria kelahiran Kecamatan Ambulu itu juga menyebut, tubuh manusia sebenarnya kuat menghadapi pancaran sinar matahari.

Namun, jika terpapar dalam jangka waktu cukup lama, serta tidak disertai langkah pencegahan yang benar, maka kesehatannya bisa terganggu. 

Selain itu, pria yang akrab disapa dr Rusdi ini menyebut, heatstroke merupakan kondisi tubuh mengalami kekurangan cairan, akibat terkena panas matahari terus-menerus.

Tubuh penderitanya biasanya akan terasa lemas. Kemudian, suhu tubuhnya melebihi 40 derajat Celcius. Gejala lainnya adalah tidak berkeringat meskipun setelah melakukan aktivitas berat.

“Kulitnya biasanya kering dan tidak berkeringat,” imbuhnya. (ham/c2/fid)

 

 

Editor : Halo Jember
#heatstroke #jember #Rolas medika #dokter umum