HALOJEMBER.COM - HIV/AIDS salah satu penyakit menular dan mematikan yang perlu diwaspadai. Dapat menular melalui berbagai cara. Salah satunya hubungan seksual bebas.
Penyakit tersebut menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah. Dapat menyebabkan munculnya penyakit pada rongga mulut. Namun, tidak jarang penderitanya tak menyadari hal tersebut.
Dokter gigi dan spesialis penyakit mulut RSD dr Soebandi Jember, drg Lani Berlina Talahatu SpPM, menyampaikan, HIV merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia.
Sementara, AIDS merupakan kumpulan gejala akibat kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah dilahirkan.
BACA JUGA: Penanganan Batu Empedu Tak Harus Operasi, Perlu Lakukan Deteksi dan Penanganan Lebih Dini
Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman, penggunaan obat terlarang dengan cara disuntikkan, transfusi darah dari penderita, kehamilan, hingga penggunaan alat kesehatan yang tidak steril.
“Penularan melalui transfusi darah, kasusnya sudah jarang terjadi. Sebab, para pendonor biasanya akan diperiksa terlebih dahulu,” imbuhnya.
Selain itu, Dokter Lani juga menyebut, HIV/AIDS tak menular hanya melalui sentuhan tangan, berciuman, penggunaan alat makan bersamaan, gigitan nyamuk, hingga berenang bersama.
Ada berbagai upaya untuk memutus mata rantai penularan penyakit itu. Di antaranya, tidak melakukan aktivitas berisiko, setia pada satu pasangan, menggunakan alat kontrasepsi, tidak menggunakan obat terlarang, dan edukasi.
BACA JUGA: Kerja Sewajarnya Karena Kelelahan Bisa Jadi Faktor Pendukung Tifus
Dia juga mengatakan, orang yang terinfeksi tidak langsung menjadi AIDS. Ada beberapa tahapan yang dilalui.
Tiga hingga enam bulan pertama, ketika dilakukan pemeriksaan darah biasanya hasilnya akan negatif.
Pada saat itu, penderitanya masih tetap bisa melakukan aktivitas normal seperti biasa.
Begitu juga ketika dinyatakan positif HIV dalam jangka tiga hingga sepuluh tahun.
Tidak heran jika banyak yang tidak melakukan pemeriksaan sejak dini, karena merasa dirinya sedang baik-baik saja.
Jika tidak diobati dengan baik, setelah dinyatakan positif HIV selama sepuluh tahun, penderitanya akan mengalami berbagai gejala AIDS selama satu hingga dua tahun.
“Walaupun penderita dalam waktu tiga hingga sepuluh tahun tidak ada gejala, sebenarnya bisa diamati dari rongga mulut,” imbuhnya.
Salah satu yang dapat dilihat dari rongga mulut penderita HIV/AIDS adanya infeksi jamur yang biasa disebut oral candidiasis.
Hal tersebut terdiri atas berbagai macam. Di antaranya, pseudomembranous candidiasis merupakan munculnya jamur berwarna putih dalam rongga mulut, erythematous candidiasis, angular cheilitis, aphthous stomatitis atau sariawan yang tidak diketahui penyebabnya, hingga hairy leukoplakia.
Perwujudan HIV/AIDS pada rongga mulut yang dapat diamati adalah oral wartz. Bentuknya menyerupai kutil. Penyebab aslinya adalah human papiloma virus.
Selain itu, biasanya juga muncul herpes labialis dan herpes zoster. Para penderitanya disarankan untuk periksa kepada dokter yang ahli dalam bidangnya. Serta, menggunakan obat ARV secara rutin dan tidak terputus.
“Paling penting adalah menjaga kebersihan rongga mulut, sehingga infeksi itu tidak menjadi tambah parah,” pungkasnya. (ham/c2/fid)
Editor : Halo Jember