Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Apakah Penderita POCS Bisa Hamil? Simak Penjelasannya.

Halo Jember • Senin, 15 Juli 2024 | 01:00 WIB
Ilustrasi foto ibu hamil (freepik/prostooleh)
Ilustrasi foto ibu hamil (freepik/prostooleh)

HALO JEMBER – Memiliki buah hati menjadi dambaan pasangan suami istri. Namun, bagi pasutri yang tidak kunjung diberikan momongan juga perlu melakukan tes kesehatan. Baik pria ataupun perempuannya.

Walau tes medis menunjukan pria dan perempuan itu normal, artinya tidak mandul. Tapi kunjung hamil ataupun keguguran. Maka, hal itu bisa saja terjadi akibat gangguan hormonal.

Gangguan hormonal bagi perempuan yang kerap terjadi adalah PCOS. Sindrom ovarium polikistik, atau lebih dikenal dengan PCOS, adalah gangguan hormonal yang terjadi pada wanita di usia subur. Bahkan, PCOS berpotensi menyebabkan wanita sulit hamil, hingga keguguran.

Apa Itu PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome)?

Gangguan hormon ini menyebabkan pembesaran ovarium dengan tumbuhnya beberapa kantung berisi cairan atau kista.

Hormon reproduksi, baik pria dan wanita, memiliki jenis hormon reproduksi yang sama. Hanya saja kadarnya yang berbeda.

Misalnya, kadar hormon androgen (yang dikenal sebagai 'hormon laki-laki') pada pria akan jauh lebih besar dibanding hormon lainnya. Hormon androgen sebenarnya juga diproduksi dalam tubuh wanita, karena memiliki peran penting bagi organ reproduksi wanita.

Namun, produksi hormon ini di tubuh wanita tidak sebanyak pada laki-laki.  Sayangnya, peningkatan hormon androgen dalam tubuh seorang wanita justru berisiko menyebabkan terjadinya (PCOS).

Lebih jauh, hormon androgen yang berlebih pada penderita PCOS dapat mengakibatkan indung telur (ovarium) memproduksi banyak kantong berisi cairan sehingga sel telur tidak berkembang secara sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur (anovulasi).

Kondisi ini lah yang kemudian menghambat proses terjadinya kehamilan. Baca Juga: Kurma Si Manis Kaya Manfaat Baik Untuk Kesehatan dan Ibu Hamil

Penanganan PCOS untuk Program Hamil

Setelah dipastikan mengalami PCOS, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi masing-masing wanita dan pasangannya. Beberapa solusi tersebut, meliputi:

  1. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan bisa menjadi salah satu opsi utama untuk mengatasi PCOS dan juga berbagai keluhan menyertai sindrom ini. Wanita dengan PCOS diharapkan menerapkan pola hidup sehat, dengan menerapkan beberapa tips berikut:

Tujuan melakukan perubahan pola hidup adalah untuk mencegah risiko terjadinya komplikasi akibat PCOS, sekaligus meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.

  1. Terapi dengan Obat

Selanjutnya, terapi dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter bisa meningkatkan kemungkinan wanita dengan PCOS untuk hamil. Pengobatan yang diberikan oleh dokter juga bertujuan untuk memperbaiki resistensi insulin dan gangguan regulasi gula darah, dan atau menekan produksi hormon androgen dalam tubuh.

  1. Terapi Infertilitas

Ditangani dengan pemberian obat-obatan yang dapat merangsang ovulasi. Jika terapi ini belum juga membantu, tindakan injeksi hormon gonadotropin dapat dijalankan guna membantu terjadinya ovulasi. Baca Juga: Jumat Kliwon, Bukan Hari Horor. Tapi Punya Weton Spesial. Weton Idu Geni

Apakah PCOS Bisa Sembuh dan Hamil?

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Meskipun demikian, banyak wanita dengan PCOS berhasil hamil melalui manajemen gejala dan terapi kesuburan.

Penurunan berat badan, diet sehat, olahraga, serta obat-obatan seperti klomifen sitrat dan letrozole dapat merangsang ovulasi. Terapi hormon atau prosedur seperti inseminasi buatan dan bayi tabung (IVF) juga meningkatkan peluang kehamilan. Konsultasi rutin dengan dokter spesialis reproduksi sangat penting untuk memantau kondisi dan menentukan rencana pengobatan yang tepat.

Editor : Halo Jember
#mandul #keguguran #PCOS #hamil #kista