Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ternyata Pola Makan Bisa Pengaruhi Kesuburan hingga Mempercepat Hamil

Dwi Siswanto • Senin, 22 Juli 2024 | 02:45 WIB
Ilustrasi ibu hamil. Ibu hamil harus memerhatikan asupan makanan agar janin tetap terpenuhi gizinya. (Romper)
Ilustrasi ibu hamil. Ibu hamil harus memerhatikan asupan makanan agar janin tetap terpenuhi gizinya. (Romper)

HALO JEMBER - Wanita yang mengalami kesulitan hamil sering kali bersedia mencoba apa saja. Bahkan makan makanan yang tidak mereka sukai. Ada banyak makanan yang dikatakan bisa meningkatkan kesuburan, tapi sulit untuk mengetahui mana yang benar.

Menurut para ahli, ada makanan dan nutrisi tertentu yang bisa membantu tingkatkan kesuburan. Banyak orang punya pendapat berbeda tentang makanan yang bisa meningkatkan peluang hamil. Di forum online, sering ada diskusi tentang makanan ajaib yang bisa membantu kehamilan.

Di tengah semua perbincangan itu, sulit untuk menemukan fakta yang sebenarnya.

Salah satu nutrisi yang terbukti bermanfaat adalah asam folat. Asam folat diketahui bisa mengurangi risiko cacat lahir pada otak bayi dan spina bifida jika dikonsumsi sebelum dan selama kehamilan. Baca Juga: Awas Hemofilia, Kenali Gejala dan Penyebabnya Agar Tepat dalam Penanganan serta Pencegahannya

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat merekomendasikan kepada wanita usia subur untuk mengonsumsi 400 mg asam folat setiap hari.

Meski asam folat penting untuk kehamilan yang sehat, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah asam folat benar-benar bisa membantu seseorang untuk hamil.

Pakar kesuburan mengatakan tidak ada satu pun makanan ajaib yang bisa menyelesaikan semua masalah kesuburan. Namun, pola makan yang sehat bisa membantu proses kehamilan.

Dulu, diskusi tentang makanan yang bisa meningkatkan kesuburan lebih fokus pada wanita. Tapi sekarang, perhatian juga diberikan pada kesuburan pria.

Penelitian pada tahun 2015 menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi lebih banyak daging unggas memiliki tingkat pembuahan yang lebih baik, sementara pria yang makan banyak daging olahan (seperti bacon dan sosis) memiliki tingkat pembuahan yang lebih rendah.

Pria yang mengonsumsi paling sedikit daging olahan, kurang dari 1,5 porsi per minggu, memiliki peluang 82% untuk hamil bersama pasangannya. Sebaliknya, pria yang makan banyak daging olahan hanya memiliki peluang 54%.

Penelitian juga menunjukkan bahkan setelah pembuahan, pola makan ayah bisa mempengaruhi kesehatan bayinya. Pola makan laki-laki bisa mempengaruhi pola makan perempuan, sehingga berdampak pada bayi mereka.

Oleh karena itu, pasangan sebaiknya mempertimbangkan pola makan mereka bersama-sama.

Baca Juga: Tagar Justice For Nova Berbuah Hasil, Penerbit Tarik Buku Plagiat dari Pasaran

Salah satu perubahan yang bisa bermanfaat adalah meningkatkan jumlah lemak sehat dalam pola makan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, salmon, alpukat, dan minyak zaitun. Lemak sehat ini baik untuk kesuburan.

Sebaliknya, lemak trans dikaitkan dengan risiko infertilitas yang lebih tinggi. Lemak ini ditemukan dalam makanan seperti margarin, donat, gorengan, dan makanan olahan.

Pola makan kaya tumbuhan juga bisa bermanfaat bagi kesuburan. Peneliti di Harvard School of Public Health menemukan bahwa mengonsumsi protein nabati dibandingkan protein daging bisa mengurangi risiko infertilitas ovulasi hingga lebih dari 50%.

Editor : Dwi Siswanto
#hamil #pola makan #kesulitan hamil #tingkatkan kesuburuan