Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Usia Anak Rentan Terserang Miopia, Ini Penyebabnya

Alvioniza • Selasa, 30 Juli 2024 | 02:59 WIB
Ilustrasi anak miopi (Foto: Halodoc)
Ilustrasi anak miopi (Foto: Halodoc)

 

HALOJEMBER.COM - Tidak dapat melihat objek dengan jarak yang jauh, sementara objek dengan jarak dekat tampak jelas, hal tersebut merupakan gejala dari miopia atau rabun jauh.

Gangguan pada mata itu tak hanya bisa dialami oleh orang dewasa. Anak-anak juga berpotensi mengalaminya, karena kelainan itu dapat diturunkan oleh keluarga.

Dokter spesialis mata RSD dr Soebandi dr, Bimanda Rizki Nurhidayat SpM, mengatakan, usia penderita miopia cukup beragam. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Oleh sebab itu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan refraksi pada usia sebelum masuk sekolah dasar.

Sehingga kelainan mata pada anak dapat diketahui dan terdeteksi lebih awal. 

Miopia pada anak dapat disebabkan faktor genetik. Gangguan mata itu cenderung menurun dari orang tua.

Bahkan, jika kedua orang tuanya mengalami hal yang sama, maka anak tersebut memiliki potensi yang lebih besar.

“Tingkat keparahan akan sangat beragam dan berbeda-beda pada tiap penderita,” katanya.

“Tingkat keparahan akan sangat beragam dan berbeda-beda pada tiap penderita.”  dr Bimanda Rizki Nurhidayat SpM Dokter spesialis mata RSD dr Soebandi
“Tingkat keparahan akan sangat beragam dan berbeda-beda pada tiap penderita.” dr Bimanda Rizki Nurhidayat SpM Dokter spesialis mata RSD dr Soebandi

Selain faktor genetik, anak juga bisa terdampak miopia akibat faktor lingkungan serta aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

Misalnya terlalu sering membaca buku dalam jarak yang terlalu dekat, radiasi layar monitor gawai, hingga begadang dan kekurangan vitamin D.

Hal tersebut dapat menyebabkan mata kelelahan, sehingga potensi terdampak juga menjadi lebih besar. 

Untuk mengetahui kondisi mata anak, disarankan melakukan pemeriksaan atau screening rutin dan berkala. Sehingga dapat dilakukan penanganan tepat apabila terjadi kelainan.

Sementara untuk mencegahnya, ada sejumlah upaya yang dapat dilakukan. Di antaranya membatasi anak dalam bermain gawai, atau lebih dikenal dengan sebutan screen time

Screen time dilakukan berbeda menyesuaikan dengan usia anak. Untuk anak usia tiga hingga lima tahun, satu jam sekali setiap 30 menit istirahat 10-15 menit.

Sementara, pada usia enam hingga delapan tahun, satu setengah hingga dua jam istirahat 15 hingga 20 menit.

Serta usia delapan tahun ke atas, setiap dua jam istirahat 20 sampai 30 menit.

“Mata juga butuh waktu istirahat, agar tidak kelelahan,” pungkasnya. (ham/c2/fid)

 

Editor : Halo Jember
#anak #Miopi #Rabun jauh