Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Gigi Goyang Masih Bisa Dipertahankan

Halo Jember • Selasa, 30 Juli 2024 | 15:35 WIB
Photo
Photo

“Kalau ada infeksi gigi atau yang mengarah ke jaringan, harus diobati secara tuntas. Tidak boleh separuh-separuh.” 

drg Septyono Hariawan SpPerio 
Dokter Gigi Spesialis Periodonsia RSD dr Soebandi Jember 

HALOJEMBER.COM - Gigi goyang bisa dialami oleh siapa saja. Oleh sebab itu. ketika mengalami hal tersebut disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Supaya dapat dilakukan penanganan yang tepat.

Manfaat gigi yang goyang masih tetap bisa dipertahankan atau kembali kuat, meskipun tidak sempurna seperti awal.

Jika tidak ditangani, maka gigi goyang dapat menyebabkan kerusakan jaringan penyangga yang lebih luas.

Dokter gigi  spesialis periodonsia RSD dr Soebandi Jember. drg Septyono Hariawan SpPerio, menyampaikan, gigi goyang secara klinis dapat diamati kegoyangannya. Diawali dengan penyakit yang menyerang jaringan periodontal.

Hal tersebut dapat menyebabkan adanya jarak atau rongga antara akar gigi dengan tulang penyangganya.

“Gigi goyang tidak didukung dengan jaringan pengikat gigi yang kuat,” katanya.

Pria yang akrab disapa Dokter Iwan ini juga menyebut, gigi goyang dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Salah satunya peradangan karena bakteri dan penyakit yang menyebabkan kerusakan jaringan periodontal secara sistemik seperti diabetes.

Oleh sebab itu, pola hidup sehat diperlukan untuk menjaga kondisi gigi tetap sehat.

Selain itu, faktor usia karena penurunan gusi dan trauma akibat benturan juga dapat menyebabkan gigi goyang. 

Selain faktor risiko yang beragam, pola penanganannya juga beragam. Sesuai dengan penyebab gigi goyang.

Jika disebabkan penyakit sistemik maka penyakit penyebabnya harus ditangani terlebih dahulu, sehingga perawatan giginya akan lebih maksimal.

Sementara, jika disebabkan oleh trauma, maka penanganan yang dapat dilakukan adalah splinting atau mengikat gigi goyang dengan gigi sebelahnya.

“Dengan mengurangi faktor kegoyangan, sehingga menambah prognosis dan perawatan penyakitnya akan lebih baik,” imbuhnya.

Namun. sebelum diobati, sebaiknya gigi goyang dicegah terlebih dahulu. Salah satu caranya adalah menjaga kebersihan dan kesehatan gigi agar tidak kehilangan gigi lebih dini karena penyakit sehingga susunan gigi geligi dapat dipertahankan.

Artinya, jika terdapat gigi rusak dan dicabut atau gigi hilang, disarankan untuk segera dibuat gigi palsu, sehingga stabilitas susunan gigi geligi tetap stabil.

Selain itu, alumnus Unair Surabaya ini juga menegaskan, sebaiknya mengatur pola makan yang sehat, bergizi, dan seimbang sehingga risiko terserang penyakit sistemik seperti diabetes bisa diminimalisasi.

“Kalau ada infeksi gigi yang mengarah ke jaringan penyangga harus dirawat dan diobati secara tuntas. Tidak boleh separuh-separuh,” ujarnya.

drg Iwan juga menuturkan, gigi goyang masih bisa kembali kuat atau tetap bisa dipertahankan, jika dilakukan penanganan dan perawatan yang tepat.

Namun, sulit untuk mencapai kondisi 100 persen seperti awal. Hal tersebut bergantung pada beberapa faktor penyebab dan penanganannya.

“Sembuhkan penyakit penyertanya dulu, sehingga perawatan pada jaringan pengikatnya bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (ham/c2/fid)

Editor : Halo Jember
#RSD Soebandi #jember #gigi