“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Orang tua harus peduli makanan yang dikonsumsi anaknya.”
dr Muhammad Ali Shodikin SpA
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember
HALOJEMBER.COM - Maraknya anak yang melakukan cuci darah di salah satu rumah sakit di Indonesia tentu menjadi perhatian sejumlah pihak.
Salah satu penyebab kejadian tersebut adalah kerusakan ginjal, yang diakibatkan konsumsi minuman manis berlebihan.
Melihat kejadian tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember dr Muhammad Ali Shodikin SpA menyampaikan, sejumlah anak memang tercatat melakukan cuci darah di Jember. Namun, jumlahnya masih sangat minim.
Oleh sebab itu, dia meminta kepada orang tua untuk mengawasi dan membatasi makanan serta minuman yang dikonsumsi anak, khususnya manis dan asin.
BACA JUGA: Usia Anak Rentan Terserang Miopia, Ini Penyebabnya
“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Orang tua harus peduli makanan yang dikonsumsi anaknya,” katanya.
Selain itu, pria yang merupakan dokter spesialis anak RSD dr Soebandi itu juga menyebut, cuci darah pada anak dengan usia 12 tahun ke bawah yang mengalami gagal ginjal tidak bisa dilakukan di Jember.
Selain peralatan yang terbatas, dokter spesialis ginjal anak belum ada di Jember. Biasanya mereka langsung dirujuk ke salah satu rumah sakit di Surabaya.
“Kalau usianya 12 tahun ke atas, kami ikutkan dengan cuci darah yang dewasa. Berbeda memang. Ada spesifikasi tersendiri,” imbuhnya.
BACA JUGA: Cowo Harus Tahu, Kanker Payudara Bisa Menyerang Pria
Cuci darah dilakukan apabila sudah masuk pada fase gagal ginjal akut. Sebelum masuk pada fase itu, biasanya diawali oleh penyakit lain. Seperti kekurangan cairan, dehidrasi, hingga diare.
Hal itu bisa disebabkan minuman dan makanan sintetis yang dapat mengganggu dan merusak fungsi ginjal.
Jika terdapat gejala seperti urine berkurang, hingga fungsi ginjal berkurang, harus segera dilakukan penanganan yang tepat.
“Kalau kondisinya sudah gagal ginjal akut, harus cuci darah atau transplantasi ginjal,” tegasnya.
Untuk mencegah gagal ginjal, salah satunya memastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Caranya, mengonsumsi air sesuai kebutuhan. Serta membatasi konsumsi minuman manis serta makanan asin secara berlebihan.
Meski penyebab gagal ginjal lainnya pada anak juga dapat disebabkan adanya infeksi dan peradangan pada ginjal, kebocoran ginjal, hingga infeksi saluran kemih.
Lebih lanjut, dosen Fakultas Kedokteran Unej itu menyebut, jika mengalami sejumlah gejala gangguan ginjal, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Baca Juga: Mitos Daun Telinga Layu Jadi Tanda Kematian
Demi memastikan tindakan yang tepat untuk dilakukan. Sebab, jika masih ada pada fase awal, biasanya dapat diatasi tanpa harus cuci darah. (ham/c2/fid)
Editor : Halo Jember