Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mitos dan Fakta Telinga Berdenging, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis THT RSCM

Didik Supriyanto • Selasa, 13 Agustus 2024 | 13:00 WIB
Ilustrasi: Telinga Berdenging atau Tinnitus
Ilustrasi: Telinga Berdenging atau Tinnitus

HALOJEMBER.COM - Telinga berdenging atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai tinnitus telah lama menjadi bagian dari berbagai mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat.

Telinga berdenging sering kali dikaitkan dengan pertanda tertentu. Misalnya, jika telinga kanan berdenging, konon ada seseorang yang sedang memuji kita. Sementara jika telinga kiri berdenging diyakini sebagai tanda sedang dibicarakan hal buruk.

Ada juga yang percaya bahwa telinga berdenging berkaitan dengan pesan dari alam gaib atau leluhur.

Keyakinan semacam ini telah diwariskan dari generasi ke generasi. Sehingga menciptakan persepsi bahwa telinga berdenging memiliki makna yang lebih dalam, bukan sekadar fenomena fisik yang terjadi pada tubuh manusia.

Tinnitus atau telinga berdenging adalah kondisi dimana seseorang mendengar suara seperti dengingan, desisan, atau bahkan nada tinggi, padahal tidak ada sumber suara eksternal yang sebenarnya.

Menurut para ahli, tinnitus bukanlah penyakit, melainkan gejala dari berbagai kondisi medis yang mendasari.

Dr Andi Gunawan, dokter spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menjelaskan bahwa tinnitus dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

"Penyebab umum tinnitus meliputi kerusakan pada sel-sel rambut di telinga bagian dalam akibat paparan suara keras, infeksi telinga, penuaan, dan gangguan pada pembuluh darah di sekitar telinga," jelasnya.

Menurutnya, untuk menangani tinnitus memerlukan pendekatan yang komprehensif, dimulai dengan diagnosis yang tepat.

"Langkah pertama adalah mengidentifikasi penyebab yang mendasari. Jika tinnitus disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti infeksi telinga atau hipertensi, maka pengobatan kondisi tersebut biasanya akan membantu meredakan gejala tinnitus," kata Dr Andi.

Penting untuk memahami bahwa meskipun mitos tentang telinga berdenging sangat populer, hal ini tidak memiliki dasar ilmiah.

"Tinnitus adalah fenomena yang dapat dijelaskan secara medis dan seringkali terkait dengan kondisi kesehatan yang perlu ditangani," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mencari bantuan medis jika seseorang mengalami telinga berdenging yang terus-menerus, terutama jika disertai dengan gangguan pendengaran, pusing, atau nyeri telinga.

"Mengabaikan gejala ini bisa berbahaya, terutama jika itu merupakan tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius," ujarnya. (Hamim)

Editor : Halo Jember
#mitos #tinnitus #berdenging #telinga