Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Bikin Cemas Dunia, Apa Itu Virus Mpox dan Bagaimana Cara Penularannya?

Halo Jember • Kamis, 22 Agustus 2024 | 21:30 WIB

 

Ilustrasi virus mpox. Foto: Pinterest
Ilustrasi virus mpox. Foto: Pinterest

HALOJEMBER.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah mpox di Afrika sebagai darurat kesehatan global. Peringatan ini merupakan sinyal tertinggi akan bahaya penyebaran penyakit tersebut.

Tak lama setelah pengumuman WHO, Swedia melaporkan kasus mpox pertama di luar Afrika pada Kamis (15/8).

Menyusul, Pakistan juga mengonfirmasi kasus pertama mpox yang mematikan. Kasus ini melibatkan seorang pria berusia 34 tahun yang kini dirawat di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Virus ini juga telah terdeteksi di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total 88 kasus mpox sejak tahun 2022 hingga Agustus 2024. Rinciannya adalah 1 kasus pada 2022, 73 kasus pada 2023, dan 14 kasus pada 2024.

Penyebaran mpox di Indonesia meliputi enam provinsi: DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau.

Apa itu Mpox?

Mpox, yang juga dikenal sebagai cacar monyet, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus monkeypox. Virus ini berasal dari keluarga yang sama dengan virus penyebab cacar.

Mereka yang terinfeksi mpox biasanya mengalami ruam yang bisa menimbulkan rasa sakit, disertai dengan gejala lain seperti demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Penularan mpox dapat terjadi melalui kontak langsung antara manusia, termasuk melalui ciuman atau hubungan seksual. Penyakit ini juga bisa menyebar dari hewan ke manusia, terutama saat berburu, menguliti, atau memasak hewan. B

enda-benda yang terkontaminasi seperti pakaian, seprai, atau jarum juga dapat menjadi media penyebaran virus ini.

Virus monkeypox pertama kali ditemukan pada monyet yang digunakan untuk penelitian di Denmark pada tahun 1958.

Kasus pertama pada manusia tercatat pada seorang anak berusia sembilan bulan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970. Meskipun cacar telah berhasil diberantas pada tahun 1980, mpox terus muncul di berbagai wilayah di Afrika Tengah, Timur, dan Barat.

Mekanisme Penularan Mpox

Mpox dapat menular dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan kulit atau lesi yang terinfeksi, seperti di mulut atau alat kelamin.

Penularan ini dapat terjadi saat berbicara, bernapas, atau melalui kontak fisik seperti menyentuh, berciuman, atau melakukan hubungan seksual. Selain itu, partikel droplet atau aerosol dari kontak dekat juga bisa menyebarkan virus ini.

Virus mpox masuk ke tubuh melalui kulit yang terluka, permukaan mukosa seperti mulut, tenggorokan, mata, alat kelamin, atau saluran pernapasan.

Orang dengan banyak pasangan seksual berisiko lebih tinggi terkena mpox karena virus dapat menyebar di antara anggota rumah tangga dan pasangan seksual.

Penularan dari hewan ke manusia biasanya terjadi melalui gigitan, cakaran, atau aktivitas seperti berburu, menangkap, memasak, atau menangani bangkai hewan.

Virus ini bisa ditularkan oleh hewan yang terinfeksi seperti tikus kecil dan monyet, meskipun sejauh mana virus ini beredar di populasi hewan belum sepenuhnya diketahui.

Mpox juga dapat menyebar melalui benda-benda yang terkontaminasi seperti pakaian atau linen, cedera akibat benda tajam di fasilitas kesehatan, atau di tempat umum seperti salon tato.

Untuk mencegah penularan, penting untuk menghindari kontak langsung dengan sumber penularan dan menjaga kebersihan.

Gejala Mpox

Mereka yang terinfeksi mpox umumnya menunjukkan beberapa gejala berikut:

- Ruam kulit

- Demam

- Sakit tenggorokan

- Sakit kepala

- Nyeri otot

- Nyeri punggung

- Kelelahan

- Pembengkakan kelenjar getah bening

Ruam mpox dimulai sebagai luka datar yang berkembang menjadi lepuh berisi cairan dan bisa terasa gatal atau nyeri.

Saat penyembuhan, lesi akan mengering, berkerak, dan akhirnya mengelupas. Gejala lainnya juga bisa termasuk pembengkakan yang menyakitkan di rektum atau kesulitan saat buang air kecil.

Pada beberapa kasus, ruam mungkin muncul sebelum atau bersamaan dengan gejala lain, dan biasanya dimulai di area seperti selangkangan, anus, atau mulut.

Pengobatan dan Vaksinasi Mpox

Penanganan mpox fokus pada perawatan ruam, manajemen rasa sakit, dan pencegahan komplikasi. Penanganan yang cepat sangat penting untuk membantu mengelola gejala dan mencegah masalah lebih lanjut.

 Baca Juga: Waspadai Makanan dan Minuman Anak, Cegah Gagal Ginjal Akut hingga Cuci Darah

Vaksin mpox dapat membantu mencegah infeksi, terutama jika diberikan dalam waktu 4 hari setelah kontak dengan seseorang yang terinfeksi, atau hingga 14 hari jika belum menunjukkan gejala. Vaksinasi disarankan bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti:

- Tenaga kesehatan yang berisiko terpapar

- Orang dengan banyak pasangan seksual

- Pekerja seks

Orang yang terinfeksi mpox harus dirawat secara terpisah dari orang lain untuk mencegah penyebaran. Beberapa antivirus, seperti tecovirimat yang awalnya dikembangkan untuk mengobati cacar, telah digunakan untuk merawat mpox dan penelitian lebih lanjut masih berlangsung.

 

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Halo Jember
#who #monkeypox #virus