HALOJEMBER.COM - Jika merasa begah pada perut bagian atas, sebaiknya segera diperiksa ke fasilitas kesehatan. Hal tersebut bisa menjadi gejala pada penderita kanker hati. Apalagi sebelumnya memiliki riwayat penyakit hepatitis B dan C.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSD dr Soebandi Jember, dr Hana Nadya, menjelaskan, adanya benjolan pada hati berupa tumor ganas disebut dengan kanker hati. Memiliki berbagai jenis, tapi yang paling sering dialami oleh manusia adalah hepatoma.
Dikenal juga dengan istilah karsinoma hepatoseluler. Meski tidak menular, penyakit satu ini berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.
Hepatoma tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Ada sejumlah faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit tersebut.
Salah satu penyebabnya adalah hepatitis B. Oleh sebab itu, penderita penyakit itu harus lebih peduli terhadap kesehatannya, karena memiliki potensi besar untuk terserang kanker hati.
“Virus hepatitis B ini berkontribusi terhadap kanker hati, sekitar 50 hingga 60 persen,” imbuhnya.
Selain hepatitis B, kanker hati juga dapat dipicu oleh hepatitis C. Berkontribusi menjadi penyebab sebanyak 10 hingga 15 persen.
Penyebab lainnya adalah perlemakan pada hati, serta mengonsumsi obat yang tidak aman bagi organ liver.
“Ketika orang tua memiliki riwayat kanker hati, maka anaknya harus lebih aware (peduli) terhadap kesehatannya,” imbuhnya.
Gejala pada penderita kanker hati stadium awal minim. Bahkan jarang dirasakan oleh penderitanya.
Namun, ketika memasuki stadium tiga hingga empat, gejala biasanya mulai dirasakan.
Mulai dari tidak nyaman atau begah pada perut bagian atas, nyeri, lemas, hingga badan mengurus.
“Namun, jangan menunggu gejala itu muncul, baru mau ditangani, karena itu sudah terlambat,” tuturnya. Baca Juga: Kenali Manfaat Daun Insulin bagi Penderita Diabetes
Dari hal itu, dr Hana menyarankan untuk melakukan deteksi dini, baik dengan USG ataupun CT Scan atau MRI perut, untuk mengetahui adanya benjolan tumor atau tidak pada hati.
Bahkan jika diperlukan, dilakukan pengecekan darah atau tumor marker yang dianggap membantu diagnosis.
Lebih lanjut, dia juga menjelaskan, penanganan penyakit kanker hati cukup kompleks. Bergantung pada stadium kanker dari penderita.
Penanganan yang dilakukan mulai dari bedah atau operasi, terapi sistemik, radioterapi, ablasi dan cangkok hati jika kondisi sudah parah.
“Ditentukan dulu stadiumnya. Baru nanti ditentukan terapinya bagaimana,” pungkasnya. (ham/c2/nur)
Editor : Halo Jember