Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Waspada Paparan Sinar Matahari Bisa Sebabkan Kanker Kulit, Orang Kulit Termasuk Rentan

Halo Jember • Jumat, 13 September 2024 | 03:54 WIB

 

kanker kulit (PNGtree)
kanker kulit (PNGtree)

HALOJEMBER.COM - Paparan sinar matahari bisa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kanker kulit. Namun, kejadian tersebut banyak tidak disadari, karena rata-rata penderitanya tidak merasakan gejala secara khusus.

Selain itu, secara kasat mata sulit untuk diamati, sehingga membutuhkan diagnosis medis.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika RSD dr Soebandi Jember, dr Michael Hostiadi SpDVE, menjelaskan, penyebab utama kanker kulit adalah paparan sinar matahari. Sinar matahari mengandung UVB yang dapat merusak DNA dari sel kulit. 

Pria yang akrab disapa Dokter Michael itu juga mengatakan, pada umumnya penderita kanker kulit sulit untuk diamati secara kasat mata.

Namun, pada orang yang sudah lanjut usia, tidak sedikit yang mengeluhkan terdapat bintik hitam seperti daging tumbuh di permukaan kulit.

“Butuh pemeriksaan lebih lanjut, apakah kanker kulit atau bukan,” katanya.

Kemudian, hal lain yang bisa diamati adalah perkembangan daging yang tumbuh.

Jika dalam jangka waktu enam bulan berkembang pesat, mudah berdarah, dan terdapat luka yang tidak sembuh meski sudah diobati, maka hal tersebut bisa mengarah pada gejala kanker kulit.

Dokter Michael juga menyebut, orang dengan kulit putih rentan terserang kanker kulit.

Ada enam tipe kulit, sementara kulit orang Indonesia termasuk dalam kategori tipe III sampai dengan tipe V, dengan didominasi tipe IV. 

Dia juga memastikan kanker kulit dapat disembuhkan dengan berbagai tindakan.

Jika kanker kulit yang diderita masih masuk kategori jinak, maka tindakan yang dapat dilakukan adalah operasi.

“Kanker kulit ganas perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh alumnus Universitas Jember tersebut. 

Kanker kulit ganas apabila dibiarkan dapat menyebabkan kematian. Sebab, dapat menyebar ke bagian organ yang lain. Meski hingga saat ini kasus tersebut belum ditemukan di Jember.

Dia juga menyebut, tak jarang orang mengabaikan penyakit satu ini, karena rata-rata penderitanya tidak merasakan gejala tambahan.

“Padahal itu bisa progresif dan penanganannya lebih sulit,” pungkasnya. (ham/c2/fid)

Editor : Halo Jember
#jember #kanker kulit #universitas jember #rsd dr soebandi #kesehatan