Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Waspada! Tak Boleh Disepelekan, Pneumonia jadi Penyebab Kematian Tertinggi Pada Bayi

Halo Jember • Jumat, 25 Oktober 2024 | 00:35 WIB

 

 

Ilustrasi Pneumonia (Pinterest)
Ilustrasi Pneumonia (Pinterest)

HALOJEMBER - Pneumonia merupakan infeksi akut yang mengenai jaringan paru. Infeksi tersebut dapat disebabkan oleh bakteri, virus, hingga jamur. Anak dengan usia kurang dari dua tahun merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terserang.

Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Jember 2023, yang diterbitkan pada 1 Agustus 2024 lalu, hasil survei mortalitas atau kematian yang dilakukan oleh subdit ISPA tahun 2018, pneumonia merupakan penyakit utama penyebab kematian bayi dan balita terbesar di Indonesia dengan persentase 32,10 persen dari seluruh kasus.

Sementara, menurut data yang dikumpulkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember sepanjang 2023, tercatat jumlah kasus pneumonia pada balita yang ditemukan 2.796 penderita. Sementara, pada 2020 lalu, jumlah kasus pneumonia di Jember mencapai 3.761 orang.

Kemudian, menurun pada 2022 menjadi 3.134 orang. Serta kembali mengalami penurunan pada 2023, mencapai 2.796 orang.

Seluruh penderita yang diketahui oleh Dinkes Jember mendapatkan penanganan sesuai dengan standar yang berlaku.

Dokter Spesialis Paru RSD dr Soebandi Jember dr Wahyu Agung Purnomo SpP FAPSR menyampaikan, pneumonia adalah infeksi atau peradangan pada paru. Oleh masyarakat, pneumonia disebut paru-paru basah.

Dia menjelaskan, struktur paling bawah pada paru-paru atau alveoli menjadi tempat bertukarnya oksigen dengan karbondioksida.

Ketika terjadi pneumonia, maka udara tidak bisa masuk, karena terdapat cairan.

Dia menjelaskan, balita dan bayi, atau anak berusia 2 tahun ke bawah, rentan terkena pneumonia karena saluran pernapasannya lebih kecil dibandingkan orang dewasa.

Oleh sebab itu, ketika anak mengalami gejala seperti batuk terus-menerus, maka disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.

“Kalau tidak ditangani dari awal, efek atau dampaknya akan sangat membahayakan,” imbuhnya.

Penyebab pneumonia bisa dari bakteri, virus, dan jamur. Sehingga, penularannya pun bisa terjadi di tengah masyarakat, rumah sakit, dan tempat lainnya.

Data dari Unicef tahun 2018, pneumonia merenggut nyawa lebih dari 800.000 anak balita di seluruh dunia, atau 39 anak per detik.

Sebagian besar kematian terjadi pada anak berusia di bawah dua tahun dan nyaris 153.000 kematian terjadi pada bulan pertama  kehidupan.

Di Indonesia, pneumonia penyebab kematian tertinggi ke dua pada bayi dan balita, setelah diare. Tahun 2023 jumlah penderita pneumonia di Jember mencapai 2.796 orang

(ham/c2/dwi)

Editor : Halo Jember
#jember #pneumonia #kesehatan