HALO JEMBER, jawapos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, tren diet ekstrem seperti diet tanpa karbohidrat atau diet hanya makan buah-buahan semakin populer. Banyak orang tergiur oleh janji penurunan berat badan secara cepat.
Namun, para ahli gizi memperingatkan bahwa diet yang tidak seimbang dapat membahayakan kesehatan. Apalagi, pada 6 Mei juga menjadi peringatan hari tanpa diet sedunia.
Salah satu diet yang kerap dilakukan adalah diet tanpa nasi atau tanpa karbohidrat sama sekali. Menurut ahli gizi klinis, dr. Laila Nursanti, karbohidrat sebenarnya merupakan sumber energi utama bagi tubuh.
“Jika tubuh tidak mendapat cukup karbohidrat, maka otak dan otot akan kekurangan bahan bakar. Ini bisa menyebabkan lemas, sakit kepala, hingga gangguan metabolisme,” jelasnya.
Baca Juga: Hari Tanpa Diet Sedunia 6 Mei 2025: Bagaimana Cara Memperingatinya?
Diet ekstrem juga dapat memicu gangguan makan, kekurangan nutrisi, hingga kerusakan organ jika dijalankan terlalu lama tanpa pengawasan medis. Oleh karena itu, penting untuk memilih metode diet yang aman dan berkelanjutan.
Diet yang Aman dan Seimbang
Berikut beberapa prinsip diet sehat menurut Kementerian Kesehatan:
-
Penuhi Gizi Seimbang: Sertakan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam menu harian.
-
Kendalikan Porsi Makan: Jangan makan berlebihan, dan perhatikan kebutuhan kalori harian sesuai usia dan aktivitas. Baca Juga: Mitos Bulu Perindu, Pelet Ampuh Memikat Hati Seseorang
-
Pilih Karbohidrat Kompleks: Gantilah nasi putih dengan nasi merah, ubi, atau gandum utuh yang lebih kaya serat.
-
Olahraga Teratur: Aktivitas fisik membantu proses pembakaran kalori dan menjaga metabolisme tetap optimal.
-
Konsultasi dengan Ahli: Sebelum menjalani diet tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Baca Juga: Santet di Mata Masyarakat: Antara Mitos, Budaya, dan Realita Hukum di Indonesia
“Diet yang baik bukan hanya soal kurus cepat, tetapi bagaimana seseorang bisa tetap sehat dan bertenaga dalam jangka panjang,” tutup dr. Laila. Baca Juga: Kenali Penyebab Urine Berbusa, Bisa jadi Adanya Masalah pada Ginjal
Editor : Dwi Siswanto