HALO JEMBER, jawapos.com - Berdasarkan situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), asma adalah penyakit kronis pada saluran napas yang ditandai oleh peradangan dan penyempitan saluran napas.
Pada penderita asma, saluran napas menjadi sensitif terhadap berbagai rangsangan seperti alergen, udara dingin, polusi udara, atau aktivitas fisik.
Asma dapat memengaruhi orang dari segala usia, dan meskipun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, dengan pengelolaan yang tepat, penderita asma dapat menjalani kehidupan yang aktif dan sehat.
Inhaler merupakan salah satu benda yang paling penting bagi penderita asma. Karenanya, hal ini lantas diusung menjadi tema Hari Asma Sedunia 2025 sebagaimana diterbitkan pada laman resmi Inisiatif Global untuk Asma atau Global Initiative for Asthma (GINA).
GINA merupakan organisasi global yang bekerja sama dengan profesional perawatan kesehatan, perwakilan pasien, dan pejabat kesehatan masyarakat di seluruh dunia untuk mengurangi prevalensi, morbiditas, dan mortalitas asma.
Dalam rangka memperingati Hari Asma Sedunia 2025, GINA telah memilih tema “Jadikan Perawatan Inhalasi Dapat Diakses oleh SEMUA ORANG ”.
Tercatat ada lebih dari 250 juta orang yang hidup dengan asma di seluruh dunia, dan pada tahun 2019 asma menyebabkan sekitar 455.000 kematian. Sebagian besar kematian dini akibat asma terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMIC), di mana kurangnya diagnosis dan kurangnya pengobatan merupakan hal yang umum.
Baca Juga: Intip Fasilitas Mewah Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno Hatta Jakarta
Penulis: MG25 Diva Asadia Nirmala Nugraha