DIREKTUR Rumah Sakit Cahya Medika RSCM Bondowoso, dr. Amanda Cahya Yanuartika menekankan bahwa donor darah bukan hanya soal niat baik, tapi juga soal waktu dan kondisi tubuh.
Sehingga, pendonor harus paham kapan waktu yang tepat untuk melakukan donor darah.
Menurutnya, meski donor darah sangat bermanfaat, namun pelaksanaannya tetap harus mengikuti aturan medis.
Agar aman bagi pendonor maupun penerima.
“Donor darah sebaiknya dilakukan saat tubuh dalam kondisi fit, tidak sedang sakit, dan memiliki tekanan darah serta kadar hemoglobin yang normal,” jelasnya.
Ia menyarankan agar masyarakat melakukan donor darah di pagi atau siang hari. Sebab, tubuh masih dalam keadaan segar dan terhidrasi dengan baik.
Kondisi tersebut membantu mengurangi risiko efek samping seperti pusing atau lemas.
Ia menjelaskan bahwa pendonor harus menjalani pemeriksaan singkat terlebih dahulu untuk memastikan kelayakan tubuh.
“Kami periksa tekanan darah, suhu tubuh, kadar hemoglobin, dan menanyakan riwayat kesehatan secara umum. Ini penting agar proses donor benar-benar aman,” ujar Amanda.
Setelah lolos tahap ini, darah akan diambil sekitar 350–450 ml dalam waktu kurang dari 15 menit. Amanda juga mengingatkan agar pendonor tidak datang dalam kondisi perut kosong.
“Sebaiknya makan ringan satu hingga dua jam sebelum donor. Tubuh butuh energi agar tetap stabil setelah kehilangan darah. Setelah donor pun harus istirahat sejenak dan minum cukup air,” tambahnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa ada sejumlah kondisi yang tidak diperbolehkan untuk donor darah.
“Jika sedang flu, demam, batuk berat, menstruasi berat, atau baru saja menjalani operasi, jangan memaksakan donor. Termasuk bagi ibu hamil dan yang baru melahirkan, lebih baik tunggu sampai tubuh benar-benar pulih,” tegasnya.
Ia juga menyoroti praktik donor darah saat berpuasa. Menurutnya, donor dalam keadaan puasa penuh sebaiknya dihindari, terutama jika tubuh belum mendapat cukup cairan dan nutrisi.
“Donor darah saat puasa bisa menyebabkan dehidrasi dan pusing. Kalau tetap ingin, maka lakukan menjelang berbuka dengan pengawasan medis,” ujarnya.
Sebagai penutup, Amanda mengajak masyarakat untuk memahami bahwa donor darah adalah bagian dari gaya hidup sehat.
“Donor darah bukan kegiatan darurat. Ini adalah rutinitas sehat yang perlu dilakukan dengan pengetahuan yang tepat agar manfaatnya maksimal,” pungkasnya. (faq/dwi)
Editor : Dwi Siswanto