SUKOWONO, Halo Jember - Air bersih bukan sekadar kebutuhan, tapi juga bagian dari menjaga kesucian dalam ibadah.
Dalam semangat itulah RMI NU Jatim menggelar workshop pengelolaan air bersih di Pondok Pesantren Nurul Qarnain Jember.
Ini ikhtiar kolektif untuk menguatkan kesadaran santri akan pentingnya sanitasi dan kemandirian ekonomi berbasis lingkungan.
Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (RMI NU Jatim) menggelar workshop pengelolaan air bersih di Pondok Pesantren Nurul Qarnain Jember, Sukowono, Jember, Senin (7/7/2025).
Workshop ini diikuti oleh para pengasuh dan santri dari berbagai pesantren di kawasan Tapal Kuda.
Ketua RMI NU Jatim, KH Abdul Hakim Hidayat, menyatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk edukasi nyata kepada pesantren untuk lebih peduli terhadap kebersihan air.
"Kebersihan air sangat penting, baik untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Jika dibiarkan tercemar, bisa memicu berbagai penyakit," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pesantren sebagai komunitas pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya sanitasi.
Sehingga santri bisa menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan air di lingkungan masing-masing.
Tak hanya menyoal kesehatan, workshop ini juga membuka peluang baru melalui pengenalan teknologi sederhana yang dapat digunakan dalam usaha produktif seperti depot air minum maupun pertanian hidroponik.
“Pesantren tidak hanya tempat menimba ilmu agama, tapi juga bisa menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Dengan manajemen air yang baik, potensi itu bisa dioptimalkan,” ujar KH Hakim.
RMI NU Jatim berharap kegiatan serupa dapat digelar di lebih banyak daerah.
Ini sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup santri sekaligus mendorong kontribusi pesantren dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (dhi/kin)
Editor : Sidkin