PATRANG, Halo Jember - Keluarga pasien wajib tahu ini, ambil darah tak boleh langsung ke PMI, lantas bagaimana jika butuh darah cepat?
Banyaknya permintaan untuk transfusi darah membuat institusi terkait dituntut ekstra cepat untuk mengakomodasi.
Walau begitu untuk distribusi kantong darah tersebut bersifat tertutup.
Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jember dr Hari menyebut, selama ini telah ada sistem distribusi darah secara tertutup.
Artinya keluarga pasien tidak diperkenankan mengambil langsung stok darah dari kantor-kantor PMI terdekat.
Namun, tambah dia, sudah di-drop langsung dari petugas ke fasilitas kesehatan. Baik ke rumah sakit atau klinik.
"Kami kirim ke sana, tanpa biaya sepeser pun. Karena kami berpikir, lebih baik kami keluar biaya operasional dan gaji temen-temen petugas daripada darah pendonor itu rusak dan tidak bisa terpakai," jelasnya, saat ditemui Senin (7/7/2025).
Hari menjelaskan, selain riskan terhadap suhu dan kelembaban, darah dari pendonor yang telah disimpan di kantong darah juga ada beberapa jenis.
Misalnya trombosit. Jenis ini berumur tidak lebih dari lima hari. Begitu juga dengan jenis darah lain yang butuh perlakuan khusus.
"Jika sudah mendekati masa expired (kedaluwarsa, Red), sistem kami sudah memberi notifikasi. Kami harus memutar darah itu, dari rumah sakit ke tempat lain yang sangat mendesak membutuhkan," tambah dia.
Lebih lanjut, ia juga menyebut sistem pendistribusian tertutup itu harus dilakukan oleh petugas khusus dan terlatih.
Baca Juga: Gaya Hidup Donor Darah yang Tidak Sekadar Aksi Sosial
Artinya tidak melibatkan masyarakat langsung. Selain itu, rumah sakit yang dituju harus memiliki depo atau sejenis bank darah dan mengoperasikan sistem informasi yang terintegrasi.
Saat serah terima darah, juga ada berita acara, berikut suhu dan kondisinya.
"Jadi mereka (rumah sakit, Red) tinggal entri di sistem yang kami kembangkan. Nanti petugas kami menerima notifikasi. Termasuk kalau ada darah yang mau expired, ada notifikasi, sehingga bisa langsung kami putar darah tersebut," imbuh dia.
Sementara itu, Ketua PMI Jember Mohammad menambahkan, pihaknya terus mengembangkan kerjasama dengan berbagai rumah sakit pemerintah dan swasta untuk distribusi darah.
Menurut Thamrin, dalam sehari, kebutuhan darah di Jember mencapai 100 kantong dan juga mengkaver area se-Karesidenan Besuki Raya.
"Jadi ini setiap hari kami harus memenuhi. Ini menjadi tugas utama kami," tambah Thamrin. (mau/dwi)
Editor : Sidkin