HALO JEMBER - Kentang goreng yang renyah dan lezat sering menjadi camilan favorit banyak orang. Termasuk di Indonesia kentang goreng menjadi makanan yang diolah menjadi berbagai bentuk dan rasa dengan khas yang selalu menyajikannya dengan digoreng.
Namun, dibalik kenikmatannya, konsumsi kentang goreng secara berlebihan tenyata menyimpan risiko kesehatan yang serius.
Risiko Penyakit Diabetes
Studi terbaru yang dipublikasikan di British Medical Journal (BMJ) mengungkapkan bahwa kebiasaan makan kentang goreng dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 20 persen.
Penelitian ini menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi kentang goreng tiga porsi per minggu memiliki risiko lebih tinggi terkana diabetes tipe 2 dibandingkan dengan yang jarang mengonsumsinya.
Risiko Penyakit Kanker
Pengolahan kentang dengan suhu tinggi seperti dengan cara di goreng ataupun dipanggang akan menghasilkan secara akrilamida. Senyawa toksik ini memungkinkan dapat memicu terjadinya kanker, atau biasa disebut dengan senyawa karsinogenik.
Risiko Penyakit Jantung
Kentang yang diolah menggunakan minyak goreng akan membuat anda rentan terkena penyakit jantung karena mengandung lemak jenuh. Berbagai olahan kentang juga sering menggunakan margarin dan mentega yang tinggi lemak trans dan lemak jenuh.
Lemak trans adalah jenis lemak buatan yang terbentuk saat minyak nabati diubah menjadi lemak padat melalui proses hidrogenasi.
Lemak jenis ini sangat berbahaya karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL) dan akan menyumbat pembuluh darah, aliran darah tidak lancar jantung pun memompa lebih keras dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung
Risiko Obesitas
Kentang goreng mengandung kalori dan karbohidrat yang sangat tinggi. Satu porsi sedang kentang goreng bisa mengandung lebih dari 300 kalori.
Kandungan ini, ditambah dengan proses penggorengan yang membuat kentang menyerap banyak minyak, dan tidak diimbangi dengan aktivitas akan disimpan di tubuh dalam bentuk lemak dapat dengan cepat meningkatkan berat badan dan memicu obesitas.
Tips Mengurangi Risiko
- Pilih kentang yang dipanggang atau direbus daripada digoreng
- Gunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kanola jika anda harus menggoreng
- Buat sendiri di rumah agar bisa mengontrol jumlah garam dan jenis minyak yang digunakan
- Batasi Konsumsi dan jadikan kentang goreng sebagai cemilan bukan makanan harian
Dengan memahami bahaya yang mengintai, kita bisa lebih bijak dalam memilih makanan. Kenikmatan sesaat dari kentang goreng tidak sebanding dengan risiko kesehatan jangka panjang yang dapat ditimbulkan.
Penulis : Nafila Aprillia
Editor : Dwi Siswanto