JEMBER, Halo Jember – Kejar batas aman, PMI Jember gelar donor darah di kafe, ada anggota DPRD Jember yang ikut.
Suasana Grand Cafe Jember terasa berbeda Jumat malam (12/9/2025).
Musik yang biasanya mengalun santai malam itu diiringi langkah-langkah para generasi muda yang datang bukan hanya untuk nongkrong, tetapi juga mendonorkan darah.
Grebeg Sedekah Jember bersama Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Jember menjadikan momen ini sebagai ajakan terbuka untuk generasi menjadi pahlawan kemanusiaan.
Puluhan kantong darah berhasil dihimpun malam kemarin.
Setiap tetes darah yang terkumpul akan menjadi harapan hidup bagi pasien-pasien di rumah sakit yang membutuhkan transfusi darah.
Antusiasme generasi Z terlihat jelas. Banyak yang datang berkelompok, saling menyemangati, bahkan mendokumentasikan pengalaman pertama mereka mendonor.
“Kegiatan ini kami selenggarakan rutin dua hingga tiga bulan sekali di Grand Cafe,” ujar Koordinator Grebeg Sedekah Mevi Widiati.
Dia menyebut, tak hanya generasi Z saja, anggota DPRD Jember Hanan Kukuh Ratmono, juga ikut donor darah.
“Malam ini terkumpul 20 kantong darah yang langsung menambah stok PMI Jember,” imbuhnya.
Baca Juga: PMI Jember Gercep Siapkan Muskablub, Pemilihan Ketua Bakal Digelar Pekan Depan
Sementara itu, salah satu anggota DPRD Jember Hanan Kukuh Ratmono juga ikut menyemarakkan donor darah ini.
Menurut Hanan, donor darah yang digelar Grebek Sedekah bersama PMI Jember menjadi komitmen bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
“Donor darah itu banyak manfaatnya, tidak hanya untuk orang lain tapi juga diri kita sendiri,” katanya.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember itu menambahkan, tubuh terasa lebih segar setelah mendonor, sekaligus membantu mempercepat proses pembentukan sel darah merah baru.
“Yang terpenting bagi saya, donor darah adalah wujud kepedulian terhadap sesama. Darah selalu dibutuhkan pasien di rumah sakit, dan kami bisa membantu mereka,” jelasnya.
Baca Juga: Gaya Hidup Donor Darah yang Tidak Sekadar Aksi Sosial
Terpisah, Plt Ketua PMI Jember Zainollah, mengatakan, batas aman stok darah berada di angka 780 kantong per hari.
Jika stok turun di bawah angka itu, status siaga dan kritis segera diberlakukan.
“Saat ini stok darah baru 473 kantong. Artinya, kita perlu dukungan semua pihak, terutama generasi muda untuk memenuhi target itu,” jelas Zainollah, Plt. Ketua PMI Kabupaten Jember.
Editor : Sidkin