HALO JEMBER – Bayangkan sedang santai menikmati makan siang, lalu beberapa jam kemudian dada terasa panas, perut penuh gas, bahkan timbul rasa perih di ulu hati.
Keluhan ini sering datang tiba-tiba, dan membuat aktivitas jadi terganggu. Namun, sayangnya, banyak orang menganggapnya sepele, padahal itu bisa menjadi tanda asam lambung naik.
Kasus asam lambung kini semakin sering dijumpai, bahkan pada usia muda. Pola makan yang tidak teratur, gaya hidup sibuk, serta tekanan pekerjaan membuat banyak orang abai terhadap kesehatan pencernaannya.
Menariknya, penyebabnya asam lambung tidak hanya soal makanan pedas atau asam. Ada banyak kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele, tapi diam-diam memberi tekanan pada lambung dan memicu asam lambung berlebih.
Lalu, apa saja kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar asam lambung tetap terkendali? Berikut penjelasannya.
- Minum Kopi Saat Perut Kosong
Kopi memang menjadi penyemangat di pagi hari, tapi jika diminum sebelum sarapan, minuman ini dapat merangsang produksi asam lambung berlebih.
Sifatnya yang asam membuat lapisan lambung mudah teriritasi. Akibatnya, gejala seperti perih, mulas, atau heartburn lebih cepat muncul.
- Langsung Berbaring Setelah Makan
Rasa kantuk setelah makan memang menggoda, tetapi kebiasaan ini dapat memperburuk refluks asam. Saat tubuh berbaring, perut bisa tertekan sehingga menyebabkan asam dari lambung naik ke kerongkongan.
Sebaiknya duduk dahulu, lalu tunggu 2-3 jam sebelum berbaring.
- Makan Terlalu Cepat
Makan dengan terburu-buru membuat makanan tidak tercerna dengan baik. Selain memaksa lambung bekerja lebih keras, udara yang ikut tertelan juga memicu kembung dan meningkatkan tekanan di lambung. Kondisi ini membuat asam lebih mudah terdorong ke atas.
- Mengonsumsi Makanan Pedas dan Berminyak
Cabai, gorengan, atau makanan bersantan termasuk pemicu klasik asam lambung. Makanan ini bisa mengiritasi dinding lambung sekaligus memperlambat pengosongan lambung, sehingga produksi asam bertahan lebih lama.
- Merokok
Merokok termasuk aktivitas yang memicu atau memperburuk asam lambung dan Gerd. Nikotin pada rokok dapat melemahkan otot sfingter esofagus bawah, katup yang berfungsi menahan asam tetap di lambung. Jika katup melemah, asam akan lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimnbulkan rasa terbakar.
Dengan memperhatikan kebiasaan-kebiasaan sehari-hari, gangguan asam lambung bisa lebih mudah dicegah, sehingga aktivitas harian tetap nyaman tanpa gangguan perih di dada.
Meski begitu, setiap orang memiliki pemicu yang berbeda. Jika gejala asam lambung sering kambuh, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Penulis : Nafila Aprillia
Editor : Sidkin