HALO JEMBER - Di tengah aktivitas sehari-hari yang serba terhubung dengan teknologi, banyak orang sulit melepaskan ponsel pintarnya.
Bahkan saat berada di toilet pun, kebiasaan menggenggam HP sudah menjadi hal yang dianggap wajar.
Ada yang memanfaatkan waktu untuk membaca berita, membalas pesan, hingga sekadar membuka media sosial.
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang serius.
Toilet dikenal sebagai salah satu tempat dengan tingkat kontaminasi kuman paling tinggi.
Saat seseorang menyiram kloset, partikel mikro berisi bakteri bisa menyebar ke udara dan menempel di permukaan sekitarnya.
Dilansir dari Healthline, handphone yang dibawa ke toilet berpotensi menjadi sarang bakteri berbahaya.
Toilet adalah tempat dengan konsentrasi kuman tinggi, termasuk bakteri E. Coli dan Salmononella.
Ketika anda membawa handphone ke toilet, bakteri tersebut akan berpindah dan menempel pada permukaaan perangkat.
Risiko Duduk Terlalu Lama
Selain masalah kebersihan, membawa HP ke toilet juga berhubungan dengan durasi duduk yang terlalu lama.
Saat seseorang asyik menonton video atau scrolling media sosial, ia cenderung berlama-lama duduk di kloset.
Menurut ahli gastroenterologi di Amerika Serikat, dr Joseph Salhab, duduk terlalu lama pada saat buang air besar dapat meningkatkan risiko wasir atau ambeien.
Karena posisi duduk terlalu lama dapat memberikan tekanan yang tidak perlu ke pembuluh darah di rektum.
HP Jadi Sarana Perpindahan Kuman
Bahaya berikutnya adalah penyebaran kuman dari toilet ke ruangan lain.
Ponsel yang sudah terkontaminasi bakteri bisa dengan mudah berpindah ke meja makan, bantal, atau tangan orang lain.
Akibatnya, penularan penyakit bisa terjadi secara tidak langsung dalam lingkup keluarga maupun tempat kerja.
Dampak pada Kesehatan Mental dan Kulit
Tidak hanya berdampak pada fisik, kebiasaan ini juga bisa memengaruhi kesehatan mental.
Toilet seharusnya bisa menjadi momen singkat untuk beristirahat dari stimulus luar.
Namun, dengan membawa HP, otak justru tetap aktif menerima rangsangan dari notifikasi, chat, dan konten digital.
Hal ini membuat tubuh tidak benar-benar beristirahat dan bisa menambah beban stres dalam jangka panjang.
Dari sisi dermatologi, HP yang terkontaminasi bakteri bisa menyebabkan masalah kulit.
Jika ponsel sering ditempelkan ke wajah saat menelepon, bakteri seperti Staphylococcus dapat memicu jerawat hingga infeksi kulit ringan.*
Penulis : Nafila Aprillia
Editor : Sidkin