Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

PARENTING ala VOC Diawali Rasa Kesal, Saat Memanggil Anak Tidak Digubris

Dwi Siswanto • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 22:19 WIB

 

ADE APRYANIS/RAME  SERIUS: Anak-anak dicoba didik dengan cara soft spoken di sekolahnya untuk meningkatkan kepercayaan diri.
ADE APRYANIS/RAME SERIUS: Anak-anak dicoba didik dengan cara soft spoken di sekolahnya untuk meningkatkan kepercayaan diri.

PENERAPAN parenting atau pola asuh dengan gaya otoriter masih dilakukan oleh emak-emak zaman sekarang. Alasannya anak lebih patuh tanpa harus membantah.

Salah satu orang tua, Widyasari Ningsih, menjelaskan parenting seperti ini membuat anak menjadi patuh lebih instan.

Nada bicara tinggi, kalimat perintah yang diucapkan membuat anak-anak langsung patuh.  Daripada nada bicara lembut atau soft spoken yang justru tidak digubris anak.

 Baca Juga: PARENTING ANAK REMAJA: Pererat Komunikasi dengan Saat Anak Memasuki Pubertas

“Memang kalau kita bicara lebih lembut anak-anak cenderung masih berulah. Malah diabaikan, tapi kalau dengan nada marah otomatis mereka langsung diam,” ucapnya.

Metode ini membuat orang tua akhirnya memahami perilaku anak.

Terutama toddler 1-3 tahun yang memiliki rasa penasaran tinggi. Sehingga anak cenderung lebih berkesplorasi dan mencari tahu segalanya.

Makanya, orang tua merasa lebih kesal tiap kali ucapannya tidak digubris.

Hal ini yang akhirnya membuat orang tua terpaksa melakukan hal tersebut. Agar anak lebih mengerti dan tidak banyak berulah.

“Kalau nggak gitu kita yang capek sendiri, akhirnya ketika anak berulah memang metode VOC paling efektif,” pungkasnya. (dea/dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#parenting ala VOC #rasa kesal #soft spoken #otoriter