Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mitos atau Fakta: Kurang Tidur Bisa Bikin Berat Badan Naik?

Dwi Siswanto • Rabu, 5 November 2025 | 00:57 WIB
kurang tidur diambil dari pinterest dengan nama akun actualizate2030
kurang tidur diambil dari pinterest dengan nama akun actualizate2030

Siapa sangka, begadang yang tampak sepele bisa membuat jarum timbangan bergerak ke kanan? Para ahli menyebut, kurang tidur bukan hanya membuat tubuh lemas, tapi juga diam-diam mengacaukan sistem pengatur nafsu makan. 

Kurang tidur ternyata punya kaitan erat dengan naiknya berat badan dan alasannya lebih rumit dari sekadar rasa lapar malam hari.

Banyak orang fokus menjaga pola makan atau rajin berolahraga, tapi lupa bahwa kualitas tidur juga punya peran besar dalam mengatur berat badan.

Saat seseorang kekurangan tidur, tubuhnya mengalami serangkaian perubahan biologis yang cukup kompleks. 

Salah satunya berkaitan dengan dua hormon penting yang mengatur rasa lapar dan kenyang leptin dan ghrelin.

Dalam kondisi normal, leptin memberi sinyal ke otak saat tubuh sudah cukup makan, sementara ghrelin memicu rasa lapar.

Namun ketika waktu tidur berkurang, produksi leptin ikut menurun dan kadar ghrelin justru meningkat.

Akibatnya, otak seperti tertipu dan merasa lapar terus-menerus, bahkan setelah makan.

Kondisi ini membuat seseorang cenderung mencari makanan tinggi kalori, manis, atau berlemak untuk mendapatkan energi instan.

Tidak heran, rasa kantuk di pagi hari sering diiringi dengan secangkir kopi manis dan camilan manis sebagai penyelamat, yang justru menambah asupan gula dan kalori. 

Sebuah studi yang dimuat dalam Jurnal American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2022 menunjukkan bahwa memperpanjang durasi tidur pada orang dewasa dengan kebiasaan tidur pendek (kurang dari 6,5 jam per malam) dapat mengurangi asupan gula tambahan harian secara signifikan, rata-rata sekitar 10 gram.

Kurang tidur juga membuat metabolisme melambat karena tubuh kehilangan waktu yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki jaringan dan menyeimbangkan energi.

Baca Juga: Bukan di Bali, Ini Dia Air Terjun Tersembunyi di Jember, Tiket Masuknya Hanya Segelas Es Teh Jumbo

Akibatnya, kalori yang masuk tidak terbakar optimal dan disimpan dalam bentuk lemak.

Ditambah lagi, rasa lelah yang datang setelah malam tanpa istirahat cukup membuat tubuh enggan bergerak.

Aktivitas fisik berkurang, pembakaran energi menurun, dan berat badan pun naik secara perlahan tanpa disadari.

Yang menarik, banyak orang tidak menyadari bahwa kualitas tidur buruk bisa menjadi penyebab gagalnya program diet.

Gangguan seperti insomnia, sleep apnea, atau kebiasaan tidur larut malam dapat mengacaukan keseimbangan hormon pengatur nafsu makan.

Akibatnya, meski sudah berusaha menahan makan dan rutin berolahraga, hasilnya tetap tidak maksimal.

Memperbaiki pola tidur bisa jadi langkah sederhana tapi efektif untuk menjaga berat badan tetap ideal.

Biasakan tidur di jam yang sama setiap malam, hindari makan berat menjelang tidur, dan kurangi stres dengan aktivitas relaksasi ringan sebelum beristirahat.

Sebab, tubuh yang cukup tidur bukan hanya terasa lebih segar, tapi juga bekerja lebih efisien dalam mengatur metabolisme dan berat badan.

Penulis: Tazyinatul Ilmiah 

Editor : Dwi Siswanto
#kurang tidur #Rasa kantuk #metabolisme melambat #berat badan naik #progam diet