Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Asal Usul Golongan Darah: Penemuan yang Mengubah Dunia Medis Modern

Dwi Siswanto • Rabu, 5 November 2025 | 00:57 WIB
asal usul golongan darah diambil dari website IDN Times
asal usul golongan darah diambil dari website IDN Times

Halo Jember- Bagi kebanyakan orang, golongan darah mungkin hanya deretan huruf di kartu identitas atau catatan medis.

Namun di balik huruf-huruf sederhana seperti A, B, AB, dan O, tersimpan kisah panjang yang dimulai lebih dari seabad lalu sebuah penemuan yang mengubah sejarah dunia medis dan menyelamatkan jutaan nyawa.

Segalanya bermula pada tahun 1900, ketika seorang ilmuwan Austria bernama Karl Landsteiner melakukan eksperimen sederhana: ia mencampurkan darah dari orang yang berbeda dan mengamati reaksi yang terjadi.

Dari situ, Landsteiner menemukan fakta mengejutkan darah manusia tidak selalu cocok satu sama lain.

Dalam beberapa kasus, campuran darah justru menggumpal dan bisa mematikan. Temuan inilah yang menjadi titik awal lahirnya sistem golongan darah yang kita kenal sekarang.

Setahun kemudian, pada 1901, Landsteiner berhasil mengidentifikasi tiga jenis golongan darah utama, yaitu A, B, dan O.

Ia menemukan bahwa perbedaan ini ditentukan oleh adanya zat tertentu di permukaan sel darah merah, yang disebut antigen.

Kombinasi antigen inilah yang membedakan satu golongan darah dengan yang lain. Penemuan ini menjadi terobosan besar karena untuk pertama kalinya transfusi darah bisa dilakukan dengan aman tanpa risiko kematian akibat reaksi penolakan tubuh.

Transfusi darah pertama yang berhasil tercatat dilakukan oleh Reuben Ottenberg pada tahun 1907.

Atas kontribusinya yang luar biasa, Landsteiner dianugerahi Penghargaan Nobel Kedokteran pada tahun 1930.

Sebelum sistem modern ini dikenal luas, para ilmuwan sempat memberikan nama-nama awal yang berbeda.

Pada tahun 1910, dua peneliti, Ludwig Hirszfeld dan Emil von Dungern, memperkenalkan penamaan resmi berdasarkan huruf yang masih kita gunakan hingga kini.

Golongan A dinamai karena memiliki antigen A (diambil dari huruf pertama alfabet Yunani, alfa), golongan B karena memiliki antigen B (beta),
sedangkan darah yang tidak memiliki antigen dinamai O, dari kata Jerman Ohne yang berarti tanpa.

Sementara golongan AB, yang memiliki kedua antigen, ditetapkan kemudian oleh murid Landsteiner.

Penemuan ini tidak hanya penting bagi dunia medis, tetapi juga membuka banyak bidang penelitian lain dari genetika hingga antropologi.

Golongan darah membantu ilmuwan melacak hubungan kekerabatan antar manusia dan migrasi populasi di masa lampau.

Di sisi lain, sistem ini juga menjadi dasar bagi prosedur medis modern seperti transfusi, donor darah, dan transplantasi organ.

Penulis: Tazyinatul Ilmiah

Editor : Dwi Siswanto
#donor darah #dunia medis #ilmuwan #asal usul #golongan darah