Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ada 7.500 Warga Jember Terinfeksi Ispa Saat Cuaca Ekstrem, Mayoritas Menyerang Anak Kecil, Berikut Penjelasan Dinkes Jember

Dwi Siswanto • Rabu, 5 November 2025 | 00:55 WIB
Ancaman cuaca ekstrim
Ancaman cuaca ekstrim

Jember - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember mencatat, sepanjang September 2025 sedikitnya 7.500 warga terinfeksi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Lonjakan kasus ini dikaitkan dengan perubahan cuaca ekstrem menjelang musim hujan.

Plt Kepala Dinkes Jember Akhmad Helmi Lukman menjelaskan, perubahan suhu yang terjadi cepat dalam satu hari menjadi penyebab utama turunnya daya tahan tubuh masyarakat.

Siang hari bisa mencapai 34–35 derajat Celsius, sementara sore tiba-tiba hujan disertai angin dan petir.

“Cuaca ekstrem bukan hanya hujan deras, tapi perubahannya sangat cepat. Siang bisa panas hingga 34-35 derajat, lalu sore tiba-tiba hujan disertai angin dan petir,” ujar Helmi, Rabu (29/10/2025).

Kondisi geografis Jember yang lembap dan dikelilingi pegunungan turut mempercepat penyebaran virus penyebab ISPA.

Hampir 3.000 kasus di antaranya dialami anak usia di bawah lima tahun, kelompok yang paling rentan karena sistem kekebalannya belum sempurna.

“Yang bahaya kan usia 0 sampai 5 tahun, karena flu-nya agak panjang. Kalau kemarin flu hanya durasi 1 minggu, sekarang hampir 2 minggu,” jelasnya.

Di sejumlah fasilitas kesehatan, peningkatan pasien juga terlihat. Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember melaporkan kenaikan kasus ISPA dari 30 menjadi 57 kasus pada Agustus–September 2025.

Meski demikian, tren mulai menurun pada Oktober.

Sebagai langkah penanganan, Pemkab Jember memastikan seluruh layanan pemeriksaan dan pengobatan ISPA di puskesmas tersedia secara gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) prioritas.

Dinkes juga mengimbau masyarakat memperkuat daya tahan tubuh dengan asupan bergizi dan vitamin, serta segera memeriksakan diri bila mengalami gejala batuk, pilek, atau demam berkepanjangan.

Dengan karakter wilayah yang lembap dan perubahan suhu ekstrem yang masih terjadi, Dinkes berkomitmen memperkuat pemantauan kasus serta menjaga kesiapsiagaan fasilitas kesehatan agar lonjakan serupa tidak terulang di akhir tahun.

Penulis: Tazyinatul Ilmiah Magang 25

Editor : Dwi Siswanto
#jember #Dinkes Jember #cuaca ekstrim #ispa #kesehatan #virus