JEMBER, Halojember.jawapos.com - Sejak pagi, halaman Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember dipenuhi warga dari berbagai daerah.
Mereka datang mengikuti bakti sosial operasi katarak, pembagian kacamata, hingga pemasangan bola mata palsu secara gratis.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan sudah menjadi agenda rutin rumah sakit setiap tahun.
Dalam 13 tahun terakhir, program baksos RSBS sudah diikuti 24.700 peserta.
Dari jumlah itu, sebanyak 4.600 pasien telah menjalani operasi katarak, dan pada kegiatan kali ini ditargetkan 210 operasi tambahan.
“Kalau ada yang baru datang, tetap kami terima karena kami siapkan spare supaya tidak ada yang tertolak,” ujar dr Faida, Owner RS Bina Sehat, Kamis (13/11/2025).
Selain operasi katarak, rumah sakit ini juga membagikan kacamata baca gratis bagi masyarakat berusia di atas 40 tahun.
Program pembagian kacamata ini sudah berlangsung 12 kali dengan total lebih dari 7.500 penerima manfaat.
Untuk kali ini saja, seribu kacamata disiapkan untuk dibagikan secara gratis kepada warga.
Tak hanya itu, RS Bina Sehat juga memberikan layanan pemasangan bola mata palsu secara gratis bagi yang membutuhkan.
“Bola mata palsu memang tidak bisa mengembalikan penglihatan, tapi bisa meningkatkan rasa percaya diri. Ada yang setelah pasang, jadi lebih semangat, bahkan ada yang dilamar,” kata Faida sambil tersenyum.
Hingga kini, hampir 200 orang telah terbantu melalui program bola mata palsu, dan tahun ini ditargetkan 20 pasien tambahan.
Untuk menjangkau warga dari pelosok, rumah sakit menyiapkan 24 kendaraan, termasuk 20 ambulans merah putih.
Lebih dari 650 pasien dijemput langsung dari daerah terpencil agar bisa mengikuti baksos ini tanpa biaya transportasi.
“Terjauh ada yang dari Sumenep. Saya pikir mereka punya keluarga di Jember, ternyata memang datang khusus untuk operasi,” ujarnya.
Selain fokus pada kesehatan mata, RS Bina Sehat juga menggelar operasi hernia gratis bagi ribuan pasien.
Dari 2.000 pendaftar, sebanyak 920 orang sudah menjalani operasi dengan fasilitas rawat inap dan antar-jemput gratis.
Menurut Faida, baksos hernia tergolong langka karena membutuhkan waktu pemulihan tiga hari serta biaya besar.
“Kami ingin memastikan masyarakat kecil tetap bisa mendapat layanan kesehatan yang layak tanpa biaya,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, RS Bina Sehat akan melakukan skrining kesehatan mata di sekolah dan pondok pesantren.
Peserta operasi juga dijadwalkan kontrol dua kali pascaoperasi untuk memastikan kondisi mereka pulih dengan baik.
Program baksos ini bukan sekadar layanan medis, tetapi bentuk gotong royong dan kepedulian sosial untuk membantu masyarakat melihat dunia lebih terang.*
Editor : Sidkin