Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Diabetes Bisa Picu Kebutaan, Waspadai Penggunaan Obat Mengandung Steroid

Dwi Siswanto • Minggu, 16 November 2025 | 18:55 WIB
Pemeriksaan mata di baksos  RSBS (YULIO/RADAR JEMBER)
Pemeriksaan mata di baksos RSBS (YULIO/RADAR JEMBER)

 

KALIWATES, Radar Jember - Tak jarang kasus kebutaan terjadi akibat komplikasi penyakit kronis seperti diabetes. Sebab, penyakit itu kerap memerlukan pengobatan jangka panjang yang melibatkan obat mengandung steroid. Penggunaan jangka panjang itulah yang berpotensi memicu kerusakan saraf pada retina hingga berujung kebutaan.

Hal itu diungkap Refraksionis dari John Fawcett Foundation, I Nengah Sariyasa. Dia  mengingatkan masyarakat agar mewaspadai diabetes karena dampaknya bisa menjalar ke organ penglihatan.

“Jangan menunda periksa mata jika mengalami diabetes atau bahkan sudah ada komplikasi,” ujarnya dalam acara bakti sosial operasi katarak dan pemberian kacamata di rumah sakit bina sehat, kemarin (13/11).

Menurut Nengah, banyak pasien tidak menyadari bahwa kadar gula darah tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah halus di retina. Retina adalah bagian penting di belakang bola mata yang berfungsi menangkap cahaya.

Kondisi ini dikenal sebagai diabetic retinopathy. “Awalnya penglihatan kabur, muncul bintik-bintik hitam, lama-lama bisa buta total kalau tidak diobati,” jelasnya.

Ia menerangkan, diabetic retinopathy terjadi ketika pembuluh darah di retina melemah dan bocor akibat kadar gula darah yang terus tinggi. Selain itu, diabetes juga meningkatkan risiko gangguan mata lain seperti katarak.

Selain itu juga glaukoma, yakni tekanan bola mata yang meningkat sehingga menekan saraf optik.

Lebih jauh, penggunaan obat mengandung steroid juga dapat memicu gangguan penglihatan bila dikonsumsi tanpa pengawasan medis. Steroid merupakan zat sintetis yang meniru hormon alami tubuh, seperti kortisol yang berfungsi mengurangi peradangan dan menekan sistem kekebalan tubuh.

Obat ini bisa berupa tablet, salep, tetes mata, hingga suntikan. Namun, penggunaan jangka panjang bisa menimbulkan efek samping serius, termasuk katarak posterior subkapsular dan glaukoma akibat steroid. Dua kondisi yang sama-sama bisa menyebabkan kebutaan bila tidak terdeteksi dini.

“Pasien dengan riwayat penggunaan obat steroid, apalagi dalam waktu lama, wajib memeriksakan mata secara rutin. Efeknya sering muncul perlahan dan tanpa gejala di awal,” tambah Nengah.

Nengah menambahkan, selain faktor tersebut, kebutaan juga bisa dipicu oleh trauma atau benturan keras pada mata, kebiasaan merokok, serta paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang.

Namun, Nengah menegaskan bahwa diabetes tetap menjadi faktor paling berbahaya karena bisa merusak mata dari dalam tanpa disadari. “Kalau kadar gula tidak terkontrol, pengobatan mata pun jadi tidak efektif,” pungkasnya. (yul/dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#Radar Jember #John Fawcett Foundation #steroid #diabetes