Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Jamur Hitam di Dinding Rumah: Black Mold Disebut-sebut Sebagai Pemicu Berbagai Keluhan Kesehatan

Dwi Siswanto • Selasa, 25 November 2025 | 00:34 WIB
Pinterest, Jamur Black Mold (Foto: Steven Hr)
Pinterest, Jamur Black Mold (Foto: Steven Hr)

Halo Jember -  Jamur hitam atau black mold (Stachybotrys chartarum) merupakan salah satu ancaman tersembunyi di dalam rumah yang sering kali tidak disadari keberadaannya.

Jamur ini tumbuh pada permukaan yang mengandung selulosa, seperti kertas, kayu, dan dinding, serta ditandai oleh noda berwarna hitam, hijau, coklat, atau abu-abu. Ketika disentuh, permukaan jamur ini terasa berlendir atau bertepung. 


Pertumbuhannya sangat cepat terjadi di tempat yang lembap dan minim ventilasi, sehingga ruangan seperti kamar mandi, dapur, atau gudang menjadi lokasi yang paling sering terkena.

Bahaya utama dari black mold datang dari spora yang tersebar di udara. Ketika terhirup, spora ini dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu keluhan seperti bersin, batuk, hidung tersumbat, serta tenggorokan terasa gatal. 


Gejala tersebut cenderung lebih berat dialami oleh penderita alergi atau asma karena kondisi tubuh mereka lebih sensitif terhadap perubahan kualitas udara.

Selain gangguan pernapasan, kontak langsung dengan area berjamur dapat menimbulkan iritasi kulit berupa ruam, kemerahan, atau rasa gatal yang cukup mengganggu.


Pada beberapa kasus serius, terutama pada orang dengan sistem imun lemah, paparan black mold dapat menyebabkan infeksi paru atau mikosis.

Penyakit ini disebabkan oleh berkembangnya jamur di jaringan paru-paru dan memunculkan gejala seperti batuk berdarah, demam, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, keringat berlebih di malam hari, hingga rasa lelah berkepanjangan meski tubuh sudah beristirahat.

Selain itu, racun yang dihasilkan oleh jamur hitam juga dapat melemahkan daya tahan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap berbagai penyakit lainnya.


Untuk mencegah bahaya tersebut, mengatasi black mold harus dilakukan secara tepat dan menyeluruh.

Langkah awal yang penting adalah menjaga kelembapan ruangan tetap rendah. Membuka jendela secara rutin, memperbaiki ventilasi udara, dan menggunakan exhaust fan di kamar mandi atau dapur sangat membantu mencegah tumbuhnya jamur.

Jika ditemukan kebocoran air dari atap, pipa, atau dinding, perbaikan segera perlu dilakukan karena area basah merupakan lokasi ideal bagi jamur untuk berkembang.


Apabila jamur mulai terlihat pada permukaan keras seperti keramik atau kaca, pembersihan bisa dilakukan menggunakan cairan pemutih atau pembersih antijamur.

Namun saat melakukannya, sangat disarankan untuk menggunakan masker dan sarung tangan agar tubuh tidak terpapar spora secara langsung.

Jika jamur tumbuh pada material seperti kayu lapuk, kertas, atau papan gypsum, sering kali solusi terbaik adalah menggantinya, karena jamur dapat berkembang di bagian dalam material dan sulit dibersihkan hingga tuntas.


Untuk pencegahan jangka panjang, membersihkan area lembap secara rutin, memastikan sirkulasi udara berjalan baik, serta menggunakan cat dengan kandungan antijamur dapat memberi perlindungan tambahan.

Langkah-langkah sederhana tersebut bisa membantu mencegah black mold kembali muncul dan menyebar ke area lain di rumah.


Namun jika pertumbuhan jamur hitam sudah meluas atau menimbulkan keluhan kesehatan serius, sebaiknya segera menghubungi tenaga profesional agar penanganannya lebih aman, mendalam, dan tidak membahayakan penghuni rumah.

Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga tentang melindungi kesehatan tubuh dari ancaman yang mungkin tidak terlihat, seperti black mold yang dapat berdampak buruk dalam jangka panjang.


Penulis: Agil Prasetyo

Editor : Dwi Siswanto
#jamur hitam #Selulosa #jamur #keluhan kesehatan #black mold